Welcome

Senin, 11 Maret 2013

Perbedaan yang Membunuh



Saat musim gugur yang indah, aku masih ingat. Dia memakai long dress dan payung kuning.  Dengan rambut sebahu, angin musim gugur meniup kencang rambutnya. Itu adalah pemandangan yang indah. Tidak ragu lagi, aku sangat menyayanginya. Tapi, itu hanya sebatas perasaan kakak terhadap adik yang disayanginya. Aku tidak bisa melebihi perasaan itu. Aku tau..”. Ia membaca catatannya kembali yang tertulis di buku hariannya saat ia masih duduk di bangku 1 SD. Hingga saat ini, tepatnya sebelas tahun yang lalu ia masih ingat kejadian itu. Mungkin ia tidak akan pernah melupakannya.
            Krining..krining nada dering sms dari handphone Reza terdengar jelas. Ia terbangun dari tempat tidurnya dan menyimpan buku harian itu diatas tumpukan buku pelajaran. Tangan kanannya mencoba meraih handphone di dekat televisi. Seperti biasa setelah dibuka pasti orang yang menyukai Kevin. “Selamat malam kakak J kak tadi dikelasku ada anak baru loh namanya Natasya Eriana kalau tidak salah hehe J setelah membaca sms itu, ia langsung kembali ketempat tidur dan menjawabnya sambil tiduran. “Benarkah? Seperti apa orangnya?” “Dia itu energik, mudah bergaul pula. Tapi dia tidak mempunyai kulit seputih aku kak muehehe” “Maksudnya?” jawab Reza sedikit bingung, “Iyaaa kulitnya item gitu deh kak, tapi karena dia orangnya ceria jadi terlihat hitam manis, begitulah kak” “Oh rupanya begitu. Kakak akan tidur, selamat malam” jawab Reza dan menaruh handphone nya di dekat bantal. Ketika akan tidur, suara nada dering sms dari Cika terdengar. Dan terpaksa ia harus melihatnya dan langsung mematikan handphone nya. Ia langsug menarik selimut dan membalikan badan ke arah tembok. “Hitam manis yaaa, hmm” ucapnya pelan lalu tidur.
            “Hello hello! Peri cintamu akan membangunkanmu! Kalau tidak bangun peri akan menggeletiki mu ihihi bang-.” Trik, suara jam beker anime(anime : kartun yang berasal dari negara Jepang) Reza yang telah dimatikan. Ia langsung melihta handphone yang berada didekat bantal. Setelah dibuka ternyata ada 2 pesan baru. “Cikaa..” ucapnya sambil membuka pesan dari Cika, “Hiaaah seperti biasa ternyata” ucapnya sambil menguap. “Kevin? Tumben dia sms subuh-subuh” ujar Reza dengan segera membaca sms dari Kevin “Untuk hari ini kalian bisa datang jam 9 soalnya kelas XII Bahasa A,B dan C kelasnya akan dipakai rapat. Terimakasih, sebarkan~ humas” “Untunglaaaaaaaaaah sekarang bisa datang jam 9” ucap Reza senang dan langsung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya lalau pergi ke kamar mandi untuk sholat subuh. Setelah melaksanakan sholat subuh ia melanjutkan tidurnya.
            1 jam Reza tidur, mama Reza pergi ke kamar Reza. Tuk tuk tuk, mamanya mengetuk pinta kamar Reza. Tidak lama dari itu, mama Reza langsung masuk karena tidak ada jawaban dari Reza. Melihat Reza yang masih tidur, mamanya langsung marah “Ya ampun Reza !! jam segini masih tidur ! ayo cepat bangun nanti kesiangan , ayo lah !.” Reza tidak menjawab sedikitpun, ia langsung membuka handphone nya dan diberikan ke mamanya. Mamanya bingung, maka langsung mengambil handphone Reza dan melihatnya. “Oh rupanya, jam 9 ya, ya sudah tidur lagi saja. Mama berangkat kerja ya” ucap mama ramah dan menyimpan handpone Reza di atas meja. Setelah itu mama Reza langsung keluar dan berangkat kerja.
            “Master. Ayo bangun! Kalau tidak ak-.” Trik, Reza mematikan jam bekernya untuk kedualinya di pagi ini. Sudah pukul setengah delapan. Ia langsung bangun dan menyalakan televisi nya. Seperti biasa ia menonton acara cartoon spongebob. Tidak lama dari itu, ia langsung mandi. *Krining..krining...**krining..krining* “Huaaaaa segarnyaaa !” ucap Reza saat keluar dari kamar mandi. “Eh sepertinya saat aku mandi tadi ada sms deh” ucap nya sambil mengambil handphone. Ia langsung membuka pesan barunya, “Yah menyebalkan dia lagi lagi” ucap Reza kesal dan melempar handphonenya ke tempat tidur. Reza membuka lemari bajunya dan mengambil seragam lalu memakainya. Setelah selesai dan siap berangkat ia keluar kamar. “Bibiii ! sarapan di meja makan bi ?” tanya Reza berteriak. “Iyaaaaa tuaaaan !” jawab bibi berteriak pula. Ia langsung ke meja makan dan membuka tudung saji “Whuaaaaaaa ! ada daging sapi BBQ, pasti lezat untuk sarapan. Yuhuuu langsung santaapp !” ucap Reza bersemangat dan langsung melahap daging itu. Tidak lama dari itu, daging nya habis. “Bibiiiiiiiiiiii !” teriak Reza. Bibi langsung lari menghampiri Reza “Iya tuan, ada apa?” tanya bibi ngosh-ngoshan. “Daging nya masih ada gak bi ?” tanya Reza serius “Haduuuhh ! kok sudah habis lagi tuan ? padahal tadi itu banyak sekali lho tuan” jawab bibi kaget. “Hehe, abis enak bi, ya udah Reza abisin. Ntar sore bikin itu lagi ya bi” ucap Reza dan langsung berangkat. “Tapi tuan daging nya habiis !!” jawab bibi “Sms mama ajaaaaaaaaaa bi !” jawab Reza teriak karena sudah ada di pintu. Ia langsung ke garasi dan mengambil motornya lalu berangkat.
            Sesampainya disekolah ia langsung ke tempat parkir. Saat membuka helm  nya Reza langsung merapikan rambutnya. Lalu ia langsung pergi ke kelasnya. “Huaaaaaaaaa , raja ganteng kuu” ucap teman cika kagum “Ish Elli, itu kan kakak ku!” jawab Cika sedikit marah. “Huu ah, adik juga bukan ! wlee” jawab Elli sambil mengeluarkan lidahnya. “Ih kamu ! aku sama ka Eza itu kan sama- sama putih, matanya sama-sama hitam pekat, sama tinggi lagi. Gak kayak kamu !” ucap Cika sombong.
            Saat sampai Lobby, ia memilih jalan memutar meneju kelas nya sambil jalan-jalan. Brugh, “Adduuuuuuuuuuuuuhh!” teriak Reza reflek. “M-m-mmaaf kak, tidak sengaja” ucap seorang perempuan yang menabrak Reza dan berlari. “Awal yang menyebalkan” ucap Reza kesal. Ia menepuk celananya yang kotor. Saat melihat tangannya, ia bingung kenapa tangan nya basah dan itu hanya dua tetes. “Oh iyaaa! Orang yang menabrakku tadi kan perempuan yang sedang menangis” ucapnya sambil mengusap tangannya yang basah. Tek, tiba-tiba perasaan Reza tidak enak. “Perasaan ini, aku masih mengingatnnya. Perasaan yang dirasakan saat kejadian terburuk di sebelas tahun yang lalu” ucap Reza sedih.
            Saat tiba dipintu kelasnya, Reza memasang wajah kusut. “Kenapa lu Za?” tanya Kevin teman sekelasnya “Tidak. Hanya ga enak hati aja” jawabnya datar dan langsung duduk. Reza melihat kesekitar kelas, teman-temannya tidak ada yang membawa tas. “Lho ?! kok pada ga bawa tas sih?” tanya Reza bingung. “Ya iya lah, kan tadi udah gue smsin kalau sekarang gak akan belajar ! hampir semua guru kan gak ada!” jawab Kevin sedikit kesal. “Hah? Sms? Kapan Vin?” Reza kembali bertanya dan langsung membuka handphone nya “Oh iya Vin, sms kamu tadi gak sempet aku buka. Soalnya pesan yang pertama aku buka dari si Cika, jadi aku nebak sms yang ke dua pun dari cika. Aku abaikan aja deh smsnya. Hehe, maaf yaaa” ucap Reza tersipu malu. “Cieee, Cika adik lo Za?” tanya Kevin bercanda, “Adik apaan sih ._.” jawab Reza kesal, “Hehe, canda kok Za. Habis si Cika tuh kayaknya pingin banget jadi adik lo” ucap Kevin, “Ambil nyawaku tuhan, Cika ingin menjadi adik ku. Ahaha” jawab Reza tertawa. Reza langsung menyalakan laptopnya dan menonton film anime. Tiba-tiba Putri kelas XI IPA E datang ke kelas Reza. “Maaf, kak Reza Seitya dipanggil ke lapangan sama Cika. Makasih kak” ucapnya terburu-buru dan langsung lari. Duk duk duk duk, jantung Reza berdegup kencang. Perasaannya kembali tidak enak. “Cieee, adik lo manggil tuh” ucap Kevin bercanda, “Ah sial. Ngapain gue dipanggil ke lapangan segala, sama si Cika lagi” ucap Reza kesal. “Tumben gak bilang dulu ambil nyawaku Tuhan aku dipanggil kelapangan oleh Cika adik kesayanganku. Wkwkwk” ucap Kevin menertawakan Reza. “Ah sialan lu Vin, ayo anatar gue kelapangan” ajak Reza kesal. Mereka berdua pun langsung pergi kelapangan.
            Setibanya dilapangan, mereka melihat seorang perempuan sedang berlutut dibawah Cika. Reza terkejutnya melihatnya. “Cik-cik kakak lo udah datang tuh” bisik Elli. “Kakaku sayaaaaaaaaaaang! Kesini kaaak!” teriak Cika sambil melambaikan tangannya. “Ayo Vin kita kesana. Sepertinya ada yang gak beres nih” ucap Reza. Mereka pun langsung menghampiri Cika. “Cika! Ada apa ini sebenarnya?!” tanya Reza marah, “Ini kak anak baru di sekolah ini si hitam yang ga tau malu! Tadi dia nabrak kaka kan? Makanya cika suruh dia sujud kayak gini buat minta maaf ke kakak” jawab Cika santai “Ayo Sya ! cepat minta maaf !” teriak Cika marah-marah sambil menginjak tangan Tasya. Plaaaaaak. Reza menampar Cika. Penamparan itu disaksikan oleh semua siswa yang ada dilapangan. Semua orang terkejut saat Reza menampar Cika “Cika! Kamu itu sudah gila ya! Gua saja yang ditabraknya santai santai aja! Nah elu Cik?! Siapa gue berani-beraninya ngelakuin hal kayak gini! Kamu itu dasar gob**” teriak Reza marah dan menampar pipi Cika ke dua kalinya. “Kak! Cika udah ngelakuin kayak gini demi kaka! Tapi kaka malah ngeginiin Cika didepan banyak orang. Aaaah dasar kaka sialan!” teriak Cika marah dan menendang tangan Tasya lalu berlari ke arah Lobby.
            Reza langsung merangkul Tasya dan membawanya ke Rumah Sakit. Sesamapinya dirumah sakit, Reza panik dan langsung membawa Tasya ke ruang UGD. Tidak lama dari itu, Tasya keluar dan tangan kanannya terbungkus rapi oleh perban. “Kamu tidak apa-apa s-s-sya?” tanya Reza panik. “Tidak, kak” jawab Tasya datar dan memalingkan mukanya. “Syukur lah ayo kita kembali kesekolah” ucap Reza tersenyum manis. Mereka kembali kesekolah. Saat disana semua orang sudah pulang, hanya kevin yang ada. Dia menunggu Reza kembali di ruang satpam. Kevin memberikan tas Reza, lalu Kevin pun pulang. Karena disana tidak ada orang lagi. Reza mengantar Tasya pulang. 10 hari dari itu Reza dan Tasya semakin akrab dan sering pulang bareng. Reza mengganti no.handphone nya agar Cika tidak mengganggu nya lagi.
            Hari Minggu yang cerah. Reza berencana untuk mengajak Tasya jalan-jalan ke taman kota. Ia mengeluarkan mobil Jazz kuningnya, lalu pergi menjemput Tasya. Sepanjang perjalanan, Reza sering senyum-senyum sendiri. Entah apa yang ia pikirkan, tapi ia seakaan menanti datangya hari ini. Dari jauh sudah tampak Tasya menunggu kedatangan Reza didepan rumahnya. Setelah mobil berhenti tepat didepan Tasya, tasya langsung masuk. Mereka pun langsung pergi ke taman. Sesampai di taman, mereka langsung duduk di sebuah bangku diatas rumput membelakangi air mancur.
            “Kak, memangnya ada apa kakak ajak tasya kesini” tanya Tasya tersenyum manis, “Tidak ko Sya, kakak hanya ingin ajak jalan-jalan aja” jawab Reza dan tersenyum tidak kalah manis. Sekian lama Reza pulang bersama Tasya, tapi baru kali ini Reza merasa sedekat ini, dan kini Reza bisa puas melihat senyuman manis Tasya. “Sya, sebenernya... kakak suka sama Tasya” ucap Reza tiba-tiba, “Suka aja kan kak?” tanya Tasya “ Ya tentunya kakak sayang sama Tasya” jawab Reza tersenyum. Tasyapun menundukan kepalanya, “Makasih ya kak rasa sayangnya” ucap Tasya datar. “Maksudnya sya? Tasya mau gak jadi pacar kakak?” tanya Reza bingung dan sedikit gugup. “Maaf kak, tapi kita beda iman” jawab tasya sambil memalingkan wajahnya. “Maksudnya?!” tanya Reza terkejut. “Iya kak, kakak kan islam sedangkan aku kristen kak” jawab Tasya sedih. “Benarkah?” tanya Reza sedih seakan putus asa. “Ya Tuhaan, ambil nyawaku sekarang. Aku tidak sanggup menerima keyataan ini” ucap Reza sedih dalam hatinya. Setelah itu mereka berdua saling diam. “Baiklah, ayo kita pulang” ucap Reza tiba-tiba, “Ayo kak” jawab Tasya datar dan langsung bangun dari bangku itu. Tanpa berbicara apa-apa Reza langsung mengantar Tasya pulang dan kembali kerumah.
            Sesampai dirumah, ia langsung masuk kamar. Ia langsung tidur seaakan ia depresi. Ia pun sempat menangis. Ia mengusap wajahnya dan membuka buku hariannya. “Dan, ketika kamu menginginkan sesuatu. Berusahalah, maka seluruh alam semesta akan berkonspirasi dalam membantumu untuk mencapainya. ~Pepatah Bu Tetty” Setelah membaca itu, ia langsung menyalakan laptop dan wifi. Dia seakan mencari sesuatu, saat membacanya ia sangat serius. Ia langsung print hasil pencariannya itu dan langsung pergi ke suatu tempat. Dan selama 2 hari ia tidak pulang kerumah. Ia hanya meninggalkan sepucuk surat dikamarnya.
            “Bi, Reza kemana? Kok tidak kelihatan?” tanya mama Reza bingung saat makan malam. “Tidak tau Nyonya, mungkin ada dikamarnya” jawab bibi ramah, “Begitukah? Baiklah ibu ke kamar Reza dulu ya” ucap mama Reza ramah dan pergi ke kamar Reza, “Silahkan Nyonya”. Ketika membuka kamar, tidak ada orang disana. Yang ditemukan hanya sepucuk surat diatas tempat tidur. Mama Reza kaget dan langsung membacanya “Mah, Eza pergi ke Bogor untuk liburan. Soalnya 2 hari kedepan libur, maaf ya Mah ga pamitan dulu soalnya Eza buru-buru tadi itu. Maaf ya maa Jtumben sekali Reza pergi liburan sendiri, ya sudah lah yang penting dia selamat. Mama Reza langsung kembali ke meja makan. “Bi, ternyata Reza pergi liburan ke Bogor, paling ingin bertemu bersama keponakan-keponakan nya.” Ucap mama Reza tiba-tiba “Oh, rupanya begitu Nyonya” jawab bibi datar.
            **2hari kemudian
            Pesta Pentas Seni di sekolah Reza. Semua orang datang bergembira menyambutnya. “Si Reza kemana ya, udah 2 hari gak sekolah kagak ada kabar. Hari ini dia bakal dateng gak ya?” tanya kevin cemas dalam hati. Pesta pun dimulai, banyak siswa-siswa menampilkan bakat seninya. “Bagimana teman-teman ? penampilannya bagus enggaaaaaaaak?” teriak pembawa acara, “Baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus” teriak seluruh siswa. “Nah kalau begitu, sekarang kita akan menampilkan penampilan dari seseorang yang banyak di idolakan oleh seeeemuaaanyyaaaa. Siapa dia ? langsung saja kita tampilkan. Inilah diaaaa Reza Seitya !!” Teriak pembawa acara bersemangat. “Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kakakk ganteeeeng tampiiiiiil” teriak adik kelas Reza. “Baiklah semuanya, sekarang saya akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Peri Cintaku. Lagu ini saya persembahkan untuk Natasya Eriana.” Ucap Reza ramah “Di dalam hati ini, hanya satu nama yang ada di tulus hati. Ku ingin kesetiaan yang indah tak kan tertandingi hanyalah dirimu satu peri cintaku. Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai. Huuu, aku untuk kamu, kamu untuk aku. Namun smua apa mungkin iman kita yang berbeda. Tuhan memang satu kita yang tak samaa, haruskah aku lantas pergi meski cinta tak kan bisa pergi. Bukankah cinta anugerah! Berikan aku kesempatan tuk menjaganya sepenuh jiwaaaaaaa.” Lirik peri cintaku yang dinyanyi kan Reza. Mendengar itu perasaan Tasya seakan tersentuh. Setelah Reza turun dari panggung ia langsung menghampiri Tasya. Dan Tasya mengajak Reza ke taman sekolah.
            Tasya tampak menangis dan memeluk Reza. “Kakakk maafkan aku kak. Bukan maksud aku gak mau jadi pacar kakak, tapi kita emang ga mungkin bersama kak! Aku itu adik kakak !” ucap Tasya menangis tersendu-sendu. “Appaaa! Kamu Sheren?!” ucap Reza terkejut. Jantung nya seaakan berhenti sejenak. “Benar kaaaaak” jawab Sheren semakin menangis. Reza melepaskan pelukannya dan menatap Sheren lalu menangis “Tuhan jangan ambil nyawaku, aku sudah bertemu dengan orang yang aku cintai dan tadi aku memeluknya. Aku mohon” ucap Reza dalam hati. “Maafkan aku kak, akau baru mengatakannya sekarang” ucap Sheren yang belum berhenti menangis. Reza memeluk Sheren erat-erat. “Regina Shereeenn!! Aku begitu merindukanmu! Aku senang bisa bertemu dengan mu lagi! Kemana saja kamu selama ini!” ucap Reza bahagia dan menangis bersama “ Ceritanya panjang kak” jawab Sheren mencoba menghentikan tangisannya. “Sher, kakak mohon jadikan ini hari yang paling indah. Ayo bermain bersama, ayo makan malam bersama, ayo berikan yang terbaik untuk hari ini kakak mohon” ucap Reza sambil memegang pundak Sheren. Sheren berhenti menangis dan menganggukan kepalanya. Mereka langsung pergi ke taman kota melihat bunga bersama, foto-foto bersama. Lalu mereka bermain ke Game Master di PIM (Pondok Indah Mall Jakarta) mereka bermain basket bersama, tertawa bersama-sama, karaokean bersama. Dan ketika menginjak malam mereka pergi makan malam. Setelah itu, mereka kembali ke taman kota untuk melihat pemandangan bersama. Mereka duduk dibangu yang waktu itu.
            Tangan kanan Reza merangkul Sheren dan kepala Sheren bersandar di pundak kanan Reza. Mereka tampak bahagia dengan hari ini. “Sher, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi” ucap Reza santai. Sheren terbangun dari sandarannya “Pertanyaan? Yang mana kak?” tanya Sheren bingung, “Kemana saja kamu selama ini?” “Hm, semenjak aku diusir dari rumah karena kulitku yang tak sama dengan kakak juga ayah dan ibu. Aku di angkat oleh sebuah keluarga kaya dan mereka mengangkatku sebagai anaknya karena di belum punya anak. Tapi sayang mereka beragama kristen.” Jawab Sheren sedih. “Rupanya begitu, sini kembali bersandar” ucap Reza ramah. Sheren pun kembali bersandar dipundak Reza. “Kak, ngomong-ngomong kenapa kakak suka ke aku?” tanya Sheren tersenyum “Jadi, aku mencintaimu karena seluruh alam semesta berkonspirasi untuk membantuku menemukanmu” jawab Reza santai “Benarkah? Kebetulan ya kita bisa bertemu kembali kak” ucap Sheren “Ini bukan kebetulan, tapi ini adalah skenario Tuhan” jawab Reza santai. Dan mereka berdua melihat pemandangan malam begitu bahagia.
           
           
           
           

             
           


Iklan

Go Up!