“Saat musim gugur yang
indah, aku masih ingat. Dia memakai long dress dan payung kuning. Dengan rambut sebahu, angin musim gugur
meniup kencang rambutnya. Itu adalah pemandangan yang indah. Tidak ragu lagi,
aku sangat menyayanginya. Tapi, itu hanya sebatas perasaan kakak terhadap adik
yang disayanginya. Aku tidak bisa melebihi perasaan itu. Aku tau..”. Ia membaca
catatannya kembali yang tertulis di buku hariannya saat ia masih duduk di
bangku 1 SD. Hingga saat ini, tepatnya sebelas tahun yang lalu ia masih ingat
kejadian itu. Mungkin ia tidak akan pernah melupakannya.
Krining..krining
nada dering sms dari handphone Reza terdengar jelas. Ia terbangun dari tempat
tidurnya dan menyimpan buku harian itu diatas tumpukan buku pelajaran. Tangan
kanannya mencoba meraih handphone di dekat televisi. Seperti biasa setelah
dibuka pasti orang yang menyukai Kevin. “Selamat
malam kakak J kak tadi dikelasku ada anak baru
loh namanya Natasya Eriana kalau tidak salah hehe J”
setelah membaca sms itu, ia langsung kembali ketempat tidur dan menjawabnya
sambil tiduran. “Benarkah? Seperti apa orangnya?” “Dia itu energik, mudah
bergaul pula. Tapi dia tidak mempunyai kulit seputih aku kak muehehe”
“Maksudnya?” jawab Reza sedikit bingung, “Iyaaa kulitnya item gitu deh kak,
tapi karena dia orangnya ceria jadi terlihat hitam manis, begitulah kak” “Oh
rupanya begitu. Kakak akan tidur, selamat malam” jawab Reza dan menaruh
handphone nya di dekat bantal. Ketika akan tidur, suara nada dering sms dari
Cika terdengar. Dan terpaksa ia harus melihatnya dan langsung mematikan
handphone nya. Ia langsug menarik selimut dan membalikan badan ke arah tembok.
“Hitam manis yaaa, hmm” ucapnya pelan lalu tidur.
“Hello
hello! Peri cintamu akan membangunkanmu! Kalau tidak bangun peri akan
menggeletiki mu ihihi bang-.” Trik, suara jam beker anime(anime : kartun yang
berasal dari negara Jepang) Reza yang telah dimatikan. Ia langsung melihta
handphone yang berada didekat bantal. Setelah dibuka ternyata ada 2 pesan baru.
“Cikaa..” ucapnya sambil membuka pesan dari Cika, “Hiaaah seperti biasa
ternyata” ucapnya sambil menguap. “Kevin? Tumben dia sms subuh-subuh” ujar Reza
dengan segera membaca sms dari Kevin “Untuk
hari ini kalian bisa datang jam 9 soalnya kelas XII Bahasa A,B dan C kelasnya
akan dipakai rapat. Terimakasih, sebarkan~ humas” “Untunglaaaaaaaaaah
sekarang bisa datang jam 9” ucap Reza senang dan langsung menyingkirkan selimut
yang menutupi tubuhnya lalau pergi ke kamar mandi untuk sholat subuh. Setelah
melaksanakan sholat subuh ia melanjutkan tidurnya.
1
jam Reza tidur, mama Reza pergi ke kamar Reza. Tuk tuk tuk, mamanya mengetuk
pinta kamar Reza. Tidak lama dari itu, mama Reza langsung masuk karena tidak
ada jawaban dari Reza. Melihat Reza yang masih tidur, mamanya langsung marah
“Ya ampun Reza !! jam segini masih tidur ! ayo cepat bangun nanti kesiangan ,
ayo lah !.” Reza tidak menjawab sedikitpun, ia langsung membuka handphone nya
dan diberikan ke mamanya. Mamanya bingung, maka langsung mengambil handphone
Reza dan melihatnya. “Oh rupanya, jam 9 ya, ya sudah tidur lagi saja. Mama
berangkat kerja ya” ucap mama ramah dan menyimpan handpone Reza di atas meja.
Setelah itu mama Reza langsung keluar dan berangkat kerja.
“Master.
Ayo bangun! Kalau tidak ak-.” Trik, Reza mematikan jam bekernya untuk
kedualinya di pagi ini. Sudah pukul setengah delapan. Ia langsung bangun dan
menyalakan televisi nya. Seperti biasa ia menonton acara cartoon spongebob.
Tidak lama dari itu, ia langsung mandi. *Krining..krining...**krining..krining*
“Huaaaaa segarnyaaa !” ucap Reza saat keluar dari kamar mandi. “Eh sepertinya
saat aku mandi tadi ada sms deh” ucap nya sambil mengambil handphone. Ia
langsung membuka pesan barunya, “Yah menyebalkan dia lagi lagi” ucap Reza kesal
dan melempar handphonenya ke tempat tidur. Reza membuka lemari bajunya dan
mengambil seragam lalu memakainya. Setelah selesai dan siap berangkat ia keluar
kamar. “Bibiii ! sarapan di meja makan bi ?” tanya Reza berteriak. “Iyaaaaa
tuaaaan !” jawab bibi berteriak pula. Ia langsung ke meja makan dan membuka
tudung saji “Whuaaaaaaa ! ada daging sapi BBQ, pasti lezat untuk sarapan.
Yuhuuu langsung santaapp !” ucap Reza bersemangat dan langsung melahap daging
itu. Tidak lama dari itu, daging nya habis. “Bibiiiiiiiiiiii !” teriak Reza.
Bibi langsung lari menghampiri Reza “Iya tuan, ada apa?” tanya bibi
ngosh-ngoshan. “Daging nya masih ada gak bi ?” tanya Reza serius “Haduuuhh !
kok sudah habis lagi tuan ? padahal tadi itu banyak sekali lho tuan” jawab bibi
kaget. “Hehe, abis enak bi, ya udah Reza abisin. Ntar sore bikin itu lagi ya
bi” ucap Reza dan langsung berangkat. “Tapi tuan daging nya habiis !!” jawab
bibi “Sms mama ajaaaaaaaaaa bi !” jawab Reza teriak karena sudah ada di pintu.
Ia langsung ke garasi dan mengambil motornya lalu berangkat.
Sesampainya
disekolah ia langsung ke tempat parkir. Saat membuka helm nya Reza langsung merapikan rambutnya. Lalu
ia langsung pergi ke kelasnya. “Huaaaaaaaaa , raja ganteng kuu” ucap teman cika
kagum “Ish Elli, itu kan kakak ku!” jawab Cika sedikit marah. “Huu ah, adik
juga bukan ! wlee” jawab Elli sambil mengeluarkan lidahnya. “Ih kamu ! aku sama
ka Eza itu kan sama- sama putih, matanya sama-sama hitam pekat, sama tinggi
lagi. Gak kayak kamu !” ucap Cika sombong.
Saat
sampai Lobby, ia memilih jalan memutar meneju kelas nya sambil jalan-jalan.
Brugh, “Adduuuuuuuuuuuuuhh!” teriak Reza reflek. “M-m-mmaaf kak, tidak sengaja”
ucap seorang perempuan yang menabrak Reza dan berlari. “Awal yang menyebalkan”
ucap Reza kesal. Ia menepuk celananya yang kotor. Saat melihat tangannya, ia
bingung kenapa tangan nya basah dan itu hanya dua tetes. “Oh iyaaa! Orang yang
menabrakku tadi kan perempuan yang sedang menangis” ucapnya sambil mengusap
tangannya yang basah. Tek, tiba-tiba perasaan Reza tidak enak. “Perasaan ini,
aku masih mengingatnnya. Perasaan yang dirasakan saat kejadian terburuk di
sebelas tahun yang lalu” ucap Reza sedih.
Saat
tiba dipintu kelasnya, Reza memasang wajah kusut. “Kenapa lu Za?” tanya Kevin
teman sekelasnya “Tidak. Hanya ga enak hati aja” jawabnya datar dan langsung
duduk. Reza melihat kesekitar kelas, teman-temannya tidak ada yang membawa tas.
“Lho ?! kok pada ga bawa tas sih?” tanya Reza bingung. “Ya iya lah, kan tadi
udah gue smsin kalau sekarang gak akan belajar ! hampir semua guru kan gak ada!”
jawab Kevin sedikit kesal. “Hah? Sms? Kapan Vin?” Reza kembali bertanya dan
langsung membuka handphone nya “Oh iya Vin, sms kamu tadi gak sempet aku buka.
Soalnya pesan yang pertama aku buka dari si Cika, jadi aku nebak sms yang ke
dua pun dari cika. Aku abaikan aja deh smsnya. Hehe, maaf yaaa” ucap Reza
tersipu malu. “Cieee, Cika adik lo Za?” tanya Kevin bercanda, “Adik apaan sih
._.” jawab Reza kesal, “Hehe, canda kok Za. Habis si Cika tuh kayaknya pingin
banget jadi adik lo” ucap Kevin, “Ambil nyawaku tuhan, Cika ingin menjadi adik
ku. Ahaha” jawab Reza tertawa. Reza langsung menyalakan laptopnya dan menonton
film anime. Tiba-tiba Putri kelas XI IPA E datang ke kelas Reza. “Maaf, kak
Reza Seitya dipanggil ke lapangan sama Cika. Makasih kak” ucapnya terburu-buru
dan langsung lari. Duk duk duk duk, jantung Reza berdegup kencang. Perasaannya
kembali tidak enak. “Cieee, adik lo manggil tuh” ucap Kevin bercanda, “Ah sial.
Ngapain gue dipanggil ke lapangan segala, sama si Cika lagi” ucap Reza kesal.
“Tumben gak bilang dulu ambil nyawaku Tuhan aku dipanggil kelapangan oleh Cika
adik kesayanganku. Wkwkwk” ucap Kevin menertawakan Reza. “Ah sialan lu Vin, ayo
anatar gue kelapangan” ajak Reza kesal. Mereka berdua pun langsung pergi
kelapangan.
Setibanya
dilapangan, mereka melihat seorang perempuan sedang berlutut dibawah Cika. Reza
terkejutnya melihatnya. “Cik-cik kakak lo udah datang tuh” bisik Elli. “Kakaku
sayaaaaaaaaaaang! Kesini kaaak!” teriak Cika sambil melambaikan tangannya. “Ayo
Vin kita kesana. Sepertinya ada yang gak beres nih” ucap Reza. Mereka pun
langsung menghampiri Cika. “Cika! Ada apa ini sebenarnya?!” tanya Reza marah,
“Ini kak anak baru di sekolah ini si hitam yang ga tau malu! Tadi dia nabrak
kaka kan? Makanya cika suruh dia sujud kayak gini buat minta maaf ke kakak”
jawab Cika santai “Ayo Sya ! cepat minta maaf !” teriak Cika marah-marah sambil
menginjak tangan Tasya. Plaaaaaak. Reza menampar Cika. Penamparan itu
disaksikan oleh semua siswa yang ada dilapangan. Semua orang terkejut saat Reza
menampar Cika “Cika! Kamu itu sudah gila ya! Gua saja yang ditabraknya santai
santai aja! Nah elu Cik?! Siapa gue berani-beraninya ngelakuin hal kayak gini!
Kamu itu dasar gob**” teriak Reza marah dan menampar pipi Cika ke dua kalinya.
“Kak! Cika udah ngelakuin kayak gini demi kaka! Tapi kaka malah ngeginiin Cika
didepan banyak orang. Aaaah dasar kaka sialan!” teriak Cika marah dan menendang
tangan Tasya lalu berlari ke arah Lobby.
Reza
langsung merangkul Tasya dan membawanya ke Rumah Sakit. Sesamapinya dirumah
sakit, Reza panik dan langsung membawa Tasya ke ruang UGD. Tidak lama dari itu,
Tasya keluar dan tangan kanannya terbungkus rapi oleh perban. “Kamu tidak
apa-apa s-s-sya?” tanya Reza panik. “Tidak, kak” jawab Tasya datar dan
memalingkan mukanya. “Syukur lah ayo kita kembali kesekolah” ucap Reza
tersenyum manis. Mereka kembali kesekolah. Saat disana semua orang sudah
pulang, hanya kevin yang ada. Dia menunggu Reza kembali di ruang satpam. Kevin
memberikan tas Reza, lalu Kevin pun pulang. Karena disana tidak ada orang lagi.
Reza mengantar Tasya pulang. 10 hari dari itu Reza dan Tasya semakin akrab dan
sering pulang bareng. Reza mengganti no.handphone nya agar Cika tidak mengganggu
nya lagi.
Hari
Minggu yang cerah. Reza berencana untuk mengajak Tasya jalan-jalan ke taman
kota. Ia mengeluarkan mobil Jazz kuningnya, lalu pergi menjemput Tasya.
Sepanjang perjalanan, Reza sering senyum-senyum sendiri. Entah apa yang ia
pikirkan, tapi ia seakaan menanti datangya hari ini. Dari jauh sudah tampak
Tasya menunggu kedatangan Reza didepan rumahnya. Setelah mobil berhenti tepat
didepan Tasya, tasya langsung masuk. Mereka pun langsung pergi ke taman.
Sesampai di taman, mereka langsung duduk di sebuah bangku diatas rumput
membelakangi air mancur.
“Kak,
memangnya ada apa kakak ajak tasya kesini” tanya Tasya tersenyum manis, “Tidak ko
Sya, kakak hanya ingin ajak jalan-jalan aja” jawab Reza dan tersenyum tidak
kalah manis. Sekian lama Reza pulang bersama Tasya, tapi baru kali ini Reza
merasa sedekat ini, dan kini Reza bisa puas melihat senyuman manis Tasya. “Sya,
sebenernya... kakak suka sama Tasya” ucap Reza tiba-tiba, “Suka aja kan kak?”
tanya Tasya “ Ya tentunya kakak sayang sama Tasya” jawab Reza tersenyum.
Tasyapun menundukan kepalanya, “Makasih ya kak rasa sayangnya” ucap Tasya
datar. “Maksudnya sya? Tasya mau gak jadi pacar kakak?” tanya Reza bingung dan
sedikit gugup. “Maaf kak, tapi kita beda iman” jawab tasya sambil memalingkan
wajahnya. “Maksudnya?!” tanya Reza terkejut. “Iya kak, kakak kan islam
sedangkan aku kristen kak” jawab Tasya sedih. “Benarkah?” tanya Reza sedih
seakan putus asa. “Ya Tuhaan, ambil nyawaku sekarang. Aku tidak sanggup
menerima keyataan ini” ucap Reza sedih dalam hatinya. Setelah itu mereka berdua
saling diam. “Baiklah, ayo kita pulang” ucap Reza tiba-tiba, “Ayo kak” jawab
Tasya datar dan langsung bangun dari bangku itu. Tanpa berbicara apa-apa Reza langsung
mengantar Tasya pulang dan kembali kerumah.
Sesampai
dirumah, ia langsung masuk kamar. Ia langsung tidur seaakan ia depresi. Ia pun
sempat menangis. Ia mengusap wajahnya dan membuka buku hariannya. “Dan, ketika kamu menginginkan sesuatu.
Berusahalah, maka seluruh alam semesta akan berkonspirasi dalam membantumu
untuk mencapainya. ~Pepatah Bu Tetty” Setelah membaca itu, ia langsung
menyalakan laptop dan wifi. Dia seakan mencari sesuatu, saat membacanya ia
sangat serius. Ia langsung print hasil pencariannya itu dan langsung pergi ke
suatu tempat. Dan selama 2 hari ia tidak pulang kerumah. Ia hanya meninggalkan
sepucuk surat dikamarnya.
“Bi,
Reza kemana? Kok tidak kelihatan?” tanya mama Reza bingung saat makan malam.
“Tidak tau Nyonya, mungkin ada dikamarnya” jawab bibi ramah, “Begitukah?
Baiklah ibu ke kamar Reza dulu ya” ucap mama Reza ramah dan pergi ke kamar
Reza, “Silahkan Nyonya”. Ketika membuka kamar, tidak ada orang disana. Yang
ditemukan hanya sepucuk surat diatas tempat tidur. Mama Reza kaget dan langsung
membacanya “Mah, Eza pergi ke Bogor untuk
liburan. Soalnya 2 hari kedepan libur, maaf ya Mah ga pamitan dulu soalnya Eza
buru-buru tadi itu. Maaf ya maa J” tumben
sekali Reza pergi liburan sendiri, ya sudah lah yang penting dia selamat. Mama
Reza langsung kembali ke meja makan. “Bi, ternyata Reza pergi liburan ke Bogor,
paling ingin bertemu bersama keponakan-keponakan nya.” Ucap mama Reza tiba-tiba
“Oh, rupanya begitu Nyonya” jawab bibi datar.
**2hari
kemudian
Pesta
Pentas Seni di sekolah Reza. Semua orang datang bergembira menyambutnya. “Si
Reza kemana ya, udah 2 hari gak sekolah kagak ada kabar. Hari ini dia bakal
dateng gak ya?” tanya kevin cemas dalam hati. Pesta pun dimulai, banyak
siswa-siswa menampilkan bakat seninya. “Bagimana teman-teman ? penampilannya
bagus enggaaaaaaaak?” teriak pembawa acara, “Baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus”
teriak seluruh siswa. “Nah kalau begitu, sekarang kita akan menampilkan
penampilan dari seseorang yang banyak di idolakan oleh seeeemuaaanyyaaaa. Siapa
dia ? langsung saja kita tampilkan. Inilah diaaaa Reza Seitya !!” Teriak pembawa
acara bersemangat. “Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kakakk ganteeeeng
tampiiiiiil” teriak adik kelas Reza. “Baiklah semuanya, sekarang saya akan
menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Peri Cintaku. Lagu ini saya persembahkan
untuk Natasya Eriana.” Ucap Reza ramah “Di
dalam hati ini, hanya satu nama yang ada di tulus hati. Ku ingin kesetiaan yang
indah tak kan tertandingi hanyalah dirimu satu peri cintaku. Benteng begitu
tinggi sulit untuk ku gapai. Huuu, aku untuk kamu, kamu untuk aku. Namun smua
apa mungkin iman kita yang berbeda. Tuhan memang satu kita yang tak samaa,
haruskah aku lantas pergi meski cinta tak kan bisa pergi. Bukankah cinta
anugerah! Berikan aku kesempatan tuk menjaganya sepenuh jiwaaaaaaa.” Lirik
peri cintaku yang dinyanyi kan Reza. Mendengar itu perasaan Tasya seakan
tersentuh. Setelah Reza turun dari panggung ia langsung menghampiri Tasya. Dan
Tasya mengajak Reza ke taman sekolah.
Tasya
tampak menangis dan memeluk Reza. “Kakakk maafkan aku kak. Bukan maksud aku gak
mau jadi pacar kakak, tapi kita emang ga mungkin bersama kak! Aku itu adik
kakak !” ucap Tasya menangis tersendu-sendu. “Appaaa! Kamu Sheren?!” ucap Reza
terkejut. Jantung nya seaakan berhenti sejenak. “Benar kaaaaak” jawab Sheren
semakin menangis. Reza melepaskan pelukannya dan menatap Sheren lalu menangis
“Tuhan jangan ambil nyawaku, aku sudah bertemu dengan orang yang aku cintai dan
tadi aku memeluknya. Aku mohon” ucap Reza dalam hati. “Maafkan aku kak, akau
baru mengatakannya sekarang” ucap Sheren yang belum berhenti menangis. Reza
memeluk Sheren erat-erat. “Regina Shereeenn!! Aku begitu merindukanmu! Aku
senang bisa bertemu dengan mu lagi! Kemana saja kamu selama ini!” ucap Reza
bahagia dan menangis bersama “ Ceritanya panjang kak” jawab Sheren mencoba
menghentikan tangisannya. “Sher, kakak mohon jadikan ini hari yang paling
indah. Ayo bermain bersama, ayo makan malam bersama, ayo berikan yang terbaik
untuk hari ini kakak mohon” ucap Reza sambil memegang pundak Sheren. Sheren
berhenti menangis dan menganggukan kepalanya. Mereka langsung pergi ke taman
kota melihat bunga bersama, foto-foto bersama. Lalu mereka bermain ke Game
Master di PIM (Pondok Indah Mall Jakarta) mereka bermain basket bersama,
tertawa bersama-sama, karaokean bersama. Dan ketika menginjak malam mereka pergi
makan malam. Setelah itu, mereka kembali ke taman kota untuk melihat
pemandangan bersama. Mereka duduk dibangu yang waktu itu.
Tangan
kanan Reza merangkul Sheren dan kepala Sheren bersandar di pundak kanan Reza.
Mereka tampak bahagia dengan hari ini. “Sher, kamu belum menjawab pertanyaanku
tadi” ucap Reza santai. Sheren terbangun dari sandarannya “Pertanyaan? Yang
mana kak?” tanya Sheren bingung, “Kemana saja kamu selama ini?” “Hm, semenjak
aku diusir dari rumah karena kulitku yang tak sama dengan kakak juga ayah dan
ibu. Aku di angkat oleh sebuah keluarga kaya dan mereka mengangkatku sebagai
anaknya karena di belum punya anak. Tapi sayang mereka beragama kristen.” Jawab
Sheren sedih. “Rupanya begitu, sini kembali bersandar” ucap Reza ramah. Sheren
pun kembali bersandar dipundak Reza. “Kak, ngomong-ngomong kenapa kakak suka ke
aku?” tanya Sheren tersenyum “Jadi, aku mencintaimu karena seluruh alam semesta
berkonspirasi untuk membantuku menemukanmu” jawab Reza santai “Benarkah?
Kebetulan ya kita bisa bertemu kembali kak” ucap Sheren “Ini bukan kebetulan,
tapi ini adalah skenario Tuhan” jawab Reza santai. Dan mereka berdua melihat
pemandangan malam begitu bahagia.