Catatan Spesial Kakek
Ruangan kelas sepi. Angin senja bertiup kencang. Dia
seakan-akan tidak bisa merasakan apa-apa lagi, mungkin hanya perih dan luka
yang terasa olehnya. Ia merapatkan jacket yang dikenakannya. Sebelah tangannya
memegang kuat dadanya , dan butuh tenaga besar untuk meyeret kakinya untuk maju
dan pulang.
Bulan telah mengundang malam. Ia hanya bisa terbaring
dikamar mewah, lalu melapisi tubuhnya dengan selimut yang sangat tebal.
Pikirnya tidur lebih cepat agar bisa membuat kekuatan baru untuk menghadapi
hari esok. “Kakakaka,, kek. Kek , ka-kek” igo nya. Hmm, sepertinya Kazemaru
merindukan kakeknya atau bermimpi tentang kakeknya.
Sinar mentari seakan membangunkan Kazemaru dari
kelelapan tidurnya. Ia langsung keluar dari kamarnya dan disambut oleh 1 piring
roti keju panggang dengan saus selai strawberry. Hanya makanan untuk sarapan
yang menyambutnya di pagi hari. Tidak ada seseorang yang seharusnya perhatian kepada
Kazemaru. Namun, Kazemaru tampaknya sudah biasa menghadapi situasi seperti itu.
Karena ia memiliki orang tua yang sangat sibuk, ya jadi inilah nasib Kazemaru
yang kurang sekali mendapat perhatian dari orang tua. Padahal itu adalah hal
yang sangat dicita-cita kan olehnya sejak dulu.Ia langsung mandi dan
bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Ia biasa diantar oleh supir pribadinya
dan memakan sarapannya di dalam mobil. Karena ia pernah menangis saat makan
dirumahnya sendiri yang sunyi tak bersuara. Tak ditemani oleh siapapun padahal
itu masih sangat pagi sekali.
Tok tok tok. Suaranya mengetuk pintu. Tampaknya ia
terlambat. Ia langsung masuk dan kening gurunya berkerut semar. “Tumben kamu
kesiangan Kazemaru” tanya Pak guru. “Jalanan macet sekali pak” jawabku singkat.
“Alaaaah !!! alasan Pak ! tadi saja saya lancar lancar saja. Yah paling itu hanya
akal akalan si jepang saja Pak !! iyaa ga teman-teman ?!!” cetus teman
Kazemaru. “Bettull Paakk !!!” teriak anak dalam kelas. “Sudah –sudah cepat
duduk Kazemaru”. Ia berjalan tanpa menengok teman-temannya , menundukan kepala
seakan mempunyai kesalahan dan duduk di bangku pojok. Ia kurang mengenal
teman-temannya karena ia tidak akrab dengan siapapun. Namun, saat Kazemaru
duduk tampak ada sosok temannya yang memperhatikannya. Tetapi, ia sama sekali
tidak mengenalinya dan ia mengabaikannya. Nyaringnya bel pulang terdengar jelas
, semua pulang dan yang tersisa hanya aku sendiri dengan pemandangan papan
tulis penuh dengan rumus fisika. Ya inilah hidup penuh perjuangan. Seperti biasa,
jika pulang tidak terlalu sore, ia selalu mampir ke cafe terpencil yang tidak
jauh dari sekolahnya. Mengapa ia tidak ke cafe yang mewah karena ia tidak ingin
melihat teman-teman yang selalu memojokkannya. “Sepertinya ada yang mengikutiku”
ucap Kazemaru dalam hati. Ternyata benar ketika sampai didepan cafe,
teman-teman Kazemaru mengikutinya. “Haduh , ibunya saja sombongnya selangit !
eh anaknya malah sebaliknya SO SEDERHANA !! pake dateng ke cafe yang kagak
ramai kaya gini ! huh dasar” cetus temannya. “Eitss sebentar , sepertinya gua
tau alesannya. Kalau dia ke cafe mewah, harganya pastikan mahal jadi dengan
pergi ke cafe yang murahan seperi ini dia tidak akan menghamburkan banyak uang
hasil korupsi orang tuanya kaliii yaa. Ahahhaha” lanjutnya sambil berlali
kabur.
Kazemaru
tidak menghiraukannya. Tapi tentunya Kazemaru merasa sangat sakit , sangat.
Seperti biasa ketika tiba di cafe itu, Kazemaru duduk dipojok dekat jendela dan
memesan segelas lemon tea dan paket sushi tei vegetable dengan kentang goreng.
Sambil menunggu pesanan, ia memandang keluar. Melihat kendaraan berlalu lalang,
orang-orang yang menikmati jalanan sore juga burung burung yang terbang tinggi.
Ditempat itu pun, setelah ia selesai makan, ia selalu menulis sesuatu di dalam
buku yang berjudul I
Write a
Story in Every Painful Tragedy.
Ia sering menulis kejadian-kejadian yang sangat menyakitkan. Dan sekarang ia
menulis “Dibenci dan dijauhi orang lain, lalu aku bersembunyi sendiri”. Setelah
Kazemaru selesai menulis di dalam bukunya itu,ia langsung pulang diantar oleh
taksi. Di perempatan jalan, saat lampu merah menyala dan mobil berhenti.
Sepertinya Kazemaru melihat sosok perempuan dengan rambut panjang hitam dan
lebat. Kazemaru mengerutkan keningnya dan menatap dengan cermat permpuan itu.
“APPAAA !!!” teriak Kazemaru. Ckiiiiiiitt mobil berhenti mendadak. “ada apa
Tuan ? apa yang terjadi ?” tanya supir. “Tt-tt-tiida ! tida ada apa-apa , ayo
lanjutkan saya sangat lelah” jawabnya gugup , “baiklah Tuan” jawab supir
singkat.
Ia
mulai mengerutkan keningnya lagi dan menyandarkan kepalanya ke kaca mobil. “Apa
yang aku lihat tadi salah ? Apa hanya kebetulan ? ataaaaau hanya imajinasiku
saja ? tapi mengapa orang yang aku lihat sama dengan -.” Pikirnya dalam hati
dan terhenti. “Tuan sudah sampai” ujar supir, “Baiklah terimakasih ini uangnya”
jawab Kazemaru sambil memberikan uang kepada pak supir. Memasuki teras rumah
tepat didepan pintu yang terbuka, ia mendengar suara berisik dari dalam. “Tuh Pah
, benarkan apa kata mama kalau tas 25jt ini keren banget. Cocokkan buat ke
kantor, pasti teman mama semuanya pada iri aihahha” suara mama Kazemaru yang
terdengar sangat senang. Tepat
dibelakang kursi, dan mama Kazemaru melihat bayangannya dari televisi yang
tidak menyala, mama Kazemaru berbalik kebelakang. “Nah, anak mama sudah pulang.
Kazemaru besok mama yang antar kesekolah ya, kamu pasti bangga punya mama yang
cantik dan begitu glamourize. Iya kan Kazemaru ? tanya mama bangga. “Kalau
begitu, besok tidak akan sekolah” Brugggh, jawab Kazemaru singkat sambil
menutup pintu kamarnya sekeras mungkin.
Bruggh,
Kazemaru menjatuhkan dirinya ketempat tidur. Ia sangat lemas tak bertenaga. Seketika
terlintas wajah perempuan yang tadi, Ia seperti mengenalnya, tapi entah siapa.
Dan yang membuat aneh, sebelum ia mengenal perempuan itu malam tadi ia
memimpikan kakeknya bersama sosok perempuan asing. Tapi kenapa, sosok perempuan
yang dilihatnya tadi percis seperti yang ia mimpikan. Apakah itu kebetulan atau
apa, entahlah Kazemaru tidak ingin memikirkannya lagi. Itu semua membuat
perasaanya sakit.
Malam hari. Seperti
biasanya Kazemaru tidur bersama selimut tebal yang biasa ia gunakan.
“AAAAAAAAAAAA!!!!!” teriak Kazemaru lalu terbangun. Nafasnya
terenga-enga(seperti sesak). “Apakah dia Nathan? Mata biru nya sama percis
seperti Nathan. Tidak salah lagi dia pasti Nathan. Tapi mengapa dia masih
hidup? Tidak tidak mungkin, dia bukan Nathan. Pasti bukan” ucap Kazemaru
menangis. Waktu masih pukul 3.00 , dia masih lelah. Jadi Kazemaru memutuskan
untuk tidur kembali.
Kring, kring, kring.
Tampaknya suara Alarm sudah berdering. Kazemaru bangun terlambat. Biasanya
Kazemaru selalu bangun lebih awal dari dering Alarmnya. “Tidak ! sudah pukul
6.20 aku terlambat ! aku harus cepat-cepat” ujar Kazemaru dengan
terburu-terburu namun pastinya masih sangat mengantuk. Setelah Kazemaru sudah
siap untuk berangkat ia langsung buru-buru keluar. Tapi, “Kazemaru a..” ajak
mamanya. “ Tidak , tidak perlu!” jawab Kazemaru singkat dan langsung keluar rumah.
Hmm, Kazemaru terlambat lagi. Tapi kali ini dia terlambat 15 menit. Ia tidak
bisa masuk Lobby, ia hanya bisa diam di depan gerbang sekolah. “Buka Pintunya!”
ucap murid perempuan. Mungkin perempuan itu teman Kazemaru, tapi tentunya ia
tidak dekat dengan semua temannya. Kening Kazemaru mulai mengkerut ketika
satpam membuka pintu gerbang. “Mengapa kata-kata perempuan ini dapat dipatuhi
oleh satpam disini?” pikir Kazemaru
bingung. “Cepatlah masuk, nanti kau akan dimarahi oleh guru piket” ujar
perempuan itu. Tepat dibelakang perempuan itu, Kazemaru terkejut dengan
perempuan itu. Perempuan itu mulai berlari , angin pagi hari meniup kencang rambut panjang
perempuan itu. Seketika terbayang rambut Nathan dimasa lalu, perempuan yang
Kazemaru mimpikan bersama kakeknya, perempuan yang dilihat dipinggirjalan dan
orang ini. Seakan tiba-tiba teringat masa lalu. Suara Nathan saat bermain,
rambut Nathan yang beterbangan ketikan tertiup angin. Semua mirip sekali dengan
Nathan. “Tidak !! Tidak mungkin !!” ucap Kazemaru menangis dengan sebelah
tangan memegang kuat dadanya. Dan ia perlahun masuk ke Lobby dan keruang kelas.
Untungnya dikelas tidak ada guru. Dia masuk kelas seperti biasa, tidak ada
sepatah kata yang ia keluarkan dan langsung duduk di pojokan. Teman-temannya mulai
membicarakannya. Tapi kali ini ia
tidak
menghiraukannya, sama sekali tidak.
Tepat ketika waktu
istirahat. Baru pertama kali, Kazemaru memakan sarapannya di sekolah. Dan ia
pergi ke taman lalu duduk dikursi rotan tepat dibelakang air mancur. Ketika ia
mulai memakan sandwitchnya tiba-tiba duduk seorang perempuan sambil memberikan
Saus Jepang. “Ini, sandwitchmu itu sama dengan sandwitch yang aku bekal. Jika
ditambah dengan saus dari Jepang, rasanya akan melebihi makanan yang terenak
yang pernah kamu rasakan” ucap perempuan itu. Kazemaru sangat terkejut. Saat
memberi saus, perempuan itu tidak menatap kepada Kazemaru. Yang dilihat
Kazemaru dari samping adalah hidung yang mancung, kulit putih dan sedikit
chubby, poni tepat pada halis dan
mata berwarna biru. Tek! Jantung Kazemaru seakan
berhenti sejenak. Ini bukan mimpi, dan ini bukan kebetulan dari samping saja
Kazemaru bisa memastikan bahwa perempuan itu adalah. Nathan.
Reflek, Kazemaru
menjatuhkan Sandwitchnya, dan tangan kanannya memegang halus rambutnya. “Nathan
, tidak salah lagi kau Nathan” ucap Kazemaru menangis. “Hm, rupanya kamu masih
mengingatku” jawab Nathan singkat. “Tapi, kenapa kamu masih ada di dunia ini?” “Ceritnya panjang. Jika kamu
ingin tau selengkapnya ikut dengan ku ke cafe yang biasa kau kunjungi” “tapi
inikan sedang jadwal KBM” “tenang ini tidak akan menjadi masalah, ayoikut
denganku” Nathan menarik tangan Kazemaru.
Ketika sampai di cafe
itu, Nathan menarik tangan Kazemaru dan duduk di pojok dekat jendela. Tempat
biasa Kazemaru duduk jika di cafe itu. “Mba ! saya pesan 2 paket sushi tei
vegetable dan 2 lemon tea” pesan Nathan. “Menjawab pertanyaan yang tadi. Saat
aku kecelakaan dan dibawa keluar negeri aku di tolong oleh kakek” jawab Nathan.
“Ka..” respon Kazemaru shock. “Sudah diam biar aku yang bicara” Pembicaraan
mereka sempat terhenti karena pesanan sudah datang. Makanan yang dipesan
diabaikan dan Nathan mulai berbicara kembali. “Dari
alam sana kakek memasuki tubuh dokter yang menangani ku. Aku sempat percaya
tidak percaya, tapi untuk saat itu hidupku ada ditangan dokter itu. Mungkin
kakek ku.” Kening Kazemaru semakin mengkerut. “Dan saat itu, operasi selesai
dan berhasil. Aku bisa selamat dan ketika keluar rumah sakit, kakek memasuki
tubuh orang lain dan menitipkanku kepada pemilik sekolah kita. Dan ia
memberikan surat kecil ini untukmu. Entah apa isinya aku tidak tahu, silahkan
kamu saja yang membaca. Hm,jika kamu bertanya mengapa kakek Endou bisa memasuki
tubuh orang lain, alasannya karena kakek adalah orang yang sangat shaleh dan
patuh pada agama juag kakek adalah orang yang meiliki keturunan darah biru.
Katanya kakek sedih ketika melihat kamu selalu bersedih. Jadi kakek
mendatangimu lewat mimpi dan memberikan sebuah isyarat.” Kening Kazemaru yang
tadinya mengkerut kini kembali seperti semula dan menundukan kepalanya. Air
matanya jatuh melewati pipinya. “Ya
sudah , mungkin itu saja yang bisa aku sampaikan. Sekarang aku harus pergi. Aku
harus kembali ke Jepang” ucap Nathan sedih. Ia langsung berdiri dan membalikan
badan “Selamat tinggal. Kazemaru” Nathan langsung keluar cafe dan terlihat dari
jendela ia berlari dengan kencang. Ramabutya yang beterbangan sangat membuat ia
merasa hancur. Saat itu juga, Kazemaru mengeluarkan bukunya dan mulai menulis.
“Perasaan yang ku kubur ini kembali menangis lagi. Tapi aku akan berpegang
teguh pada janji setia itu. Keajaiban yang tidak ingin aku temui,datang dengan
tiba-tiba. Seakan berjalan dalam kegelapan tiada akhir. Namun keajaiban itu
yang membuka semuanya. Dan keajaiban itulah cahayanya, yang mengakhiri semua
kegelapan ini.”
Sore itu juga, Kazemaru
langsung pulang kerumah. Semua makanan yang dipasang tidak disentuh sedikitpun.
Dan Nathan telah membayar semuanya. Ketika sampai, tidak banyak yang dilakukan.
Ia langsung kamar dan mulai membaca surat dari kakek. “Ketika kamu sudah
membaca surat ini, berarti kamu sudah bertemu dengan saudaramu Nathan. Kazemaru
aku masih tidak tenang di alam sana. Ketika melihatmu saat sedih, kakek tau
kamu sering dikucilkan oleh temanmu. Karena perbuatan orang tuamu yang serakah
dan gila harta. Mungkin kakek tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk orang tua
mu. Maafkan kakek Kazemaru.Ingatlah kakek tidak ingin melihatmu bersedih lagi.
Tidak perlu mempunyai banyak teman. Asalkan kamu bisa menjadi Tokoh bintang
yang baik bagi hidupmu, segala apapun hal yang sulit ketika kamu lengah jangan
coba-coba untuk menyerah! Semakin kamu kuat menerimanya pasti akn muncul
kekuatan baru dalam dirimu. Percaya itu Kazemaru. Kakek tau,kamu bukan tipe
orang penyabar. Jadi kakek hanya bisa
bilang,
setiap hal
jangan kamu ambil sisi negatifnya. Tapi coba mengambil hikmah dari semuanya.
Mungkin ini yang bisa kakek berikan, kakek ingin selanjutnya bisa mlihatmu
tersenyum kembali.” “Kakeeekkkk!!!” ucap Kazemaru sambil menangis tak tertahan. Ketika itu
juga jatuh sebuah kertas dari dalam amplop surat seperti catatan. Kazemaru
langsung mengambil dan membukanya. “ Lihatlah didepanmu. Panggilan yang
menyelimutimu akan membawamu menuju hari esok. Dibalik tujuan sesungguhnya, kamu
kan rebut cahaya yang diselimuti awan tebal. Dengan kekuatan penuh, kita hantam
awan tebal itu. Apapun yang dilakukan tetaplah berantusias. Dorong caramu untuk
membuka celah. Jawaban akan kau temukan. Sejauh apapun itu! Berdirilah untuk
mimpimu. Meski perasaanmu menunjukan kelemahan. Suaraku yang terdengar dekat.
Memberimu kekuaan dan keberanian.
Dimanapun kau berlari.”
Perasaan Kazemaru kini
sedikit membaik. Pada waktu itu juga, Kazemaru menulis dalam buku catatan
pribadinya. “Mengakui diriku yang lemah di masa lalu. Tanpa mengetahui apa yang terjadi.
Diriku yang penakut di masa lalu. Mencerminkan kenyataan di masa sekarang. Aku terbang tinggi meraih mimpiku..
Aku akan melepas sebesar apa pun kecemasan di dalam tubuhku. Meski dunia ini gelap, aku akan tetap kuat. Hatiku memimpikan impian yang panjang, ya, selamanya. Cahaya penerang yang selama ini ku cari. Aku akan menyentuh segalanya. Ingatlah pada sesuatu yang berharga. Dan tak tergantikan di dunia saat ini. Aku menutup mata dan mencoba mengenal dunia. Yang selalu begitu hangat dan juga menyakitkan” dan “Itu adalah janji yang tak dapat tergantikan. Ikatan yang selalu kita percaya, ya, begitu terang.”
Aku akan melepas sebesar apa pun kecemasan di dalam tubuhku. Meski dunia ini gelap, aku akan tetap kuat. Hatiku memimpikan impian yang panjang, ya, selamanya. Cahaya penerang yang selama ini ku cari. Aku akan menyentuh segalanya. Ingatlah pada sesuatu yang berharga. Dan tak tergantikan di dunia saat ini. Aku menutup mata dan mencoba mengenal dunia. Yang selalu begitu hangat dan juga menyakitkan” dan “Itu adalah janji yang tak dapat tergantikan. Ikatan yang selalu kita percaya, ya, begitu terang.”
Pagi yang seperti biasa. Ia harus
berangkat kesekolah. Tapi kali ini Kazemaru tampak lebih ceria. Sesampainya, ia
tidak pernah menundukan kepalanya lagi. Kini ia berubah, sangat berubah. Hari
ini , sekolah sangat singkat. Jadi sudah tidak heran jika pulang siang ia
selalu mampir ke cafe yang biasa. “Hei hei hei, lihat tuh si Jepang pergi ke
cafe murahan itu, ahahaha” ejek temannya. Kazemaru membalikan badan dan “Ini
adalah hidup ku, jika kalian pikir aku tidak mempunyai banyak uang seperti
kalian. Ya itu memang benar ! dan itu adalah kelemahanku dan aku menikmati
kelemahanku karena aku tidak ingin hidup bermewah mewahan! Dan aku bangga
menjadi diriku sendiri! Juga bangga tidak menjadi orang lain! Sekali lagi
tolong jangan ganggu saya karena saya tidak pernah menggagu kalian!” jawab
Kazemaru marah. Tapi sebenarnya Kazemaru tidak marah, justru ia sangat senang
karena sudah berani melawan. Ketika duduk dikursi biasa ia menulis sesuatu
dalam bukunya tanpa memesan makanandulu. “Jika aku kuat diwaktu itu,mungkin
kakek tidak akan bersedih. Tapi dengan aku lemah, aku mengambil hikmahnya.
Dengan itu aku bisa bertemu kembali dengan Nathan. Dan berkat mereka aku bisa
berubah. Arrigato, Kakek. Arrigato, Nathan”.
Selesai

0 komentar:
Posting Komentar