Welcome

Senin, 25 November 2013

Sebelah Mata

Walau cahaya yang ku kejar selama ini
Berlanjut menjadi mimpi buruk
Aku akan mencoba mendengar gema hati  yang lebih kuat dari kata-kata
Untuk menemukan cahaya yang menghubungkan jiwa

Tak peduli alasan mengapa kita bertemu
Tapi luka yang aku rasakan
Saat kau katakan aku adalah angka dibawah satu
Itu menjadi semakin jelas

Raut wajahmu yang membual
Sorot mata yang seakan menusuk
Tutur kata snag penjilat
Dan jiwa yang saling bertolak belakang


Bisakah aku mendengar gema itu ?
Bukan maksud ku dendam
Tapi aku ingin menunjukan
Bahwa aku bukan angka dibawah satu


Peri Kecil

Aku berjalan dengan gambaran dalam mimpiku
Dan aku melihat seseorang ditempat itu
Sebuah percikan timbul dalam hatiku
Perasaan apa itu, aku pun tak tau
            Seperti kode yang sulit dimengerti
            Beritahu aku apa artinya
            Suatu kontak mata yang tak sengaja berhubungan
            Begitu menyenangkan bila itu menghubungkan hati kita
Tak sadar aku merasa jatuh cinta
Yang lama tak aku rasa
Peri kecilku kini telah datang
Bunga-bunga tebar senyum asmara
            Indah rasa pun terbayang, ada didekatnya
            Senyumnya untuk ku
            Membelah tepat dihatiku
            Seakan ini mimpi, aku tak percaya

Terbayang selalu akan cantik wajahmu
Kau peri kecil yang selalu hadir dimimpiku
Menarilah bersamaku , dengan bintang-bintang
Sambut lah diriku untuk bersamamu

Daftar Cerita Pendek

1. Catatan Spesial Kakek
2. Shadow's Sword
3. Perbedaan yang Membunuh



Semua karangan dibuat hasil karya imajinasi sendiri -- 
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :)

Daftar Puisi

1. Air dan Api
2. Sebut Itu Karma
3. Peri Kecil
4. Sebelah Mata
5. Teman dan Cinta
6. Kedewasaan
7. Kebahagiaan
8. Sebuah Benang
9. Berdiri Kawan
10. Rasakan bukan Tanyakan -- New
11. Pikirkan jangan Abaikan -- New



Semua karangan dibuat hasil karya imajinasi sendiri -- 
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :)

Air dan Api

Perselisihan kini sudah terjadi
Aku tidak bisa diam dan tertiup angin
Maju kegaris depan dengan segala kebenaran
Karna aku yakin , benar pasti menang

Api melawan api akan semakin kuat
Tak ada yang menjadi air diantara kita
Takan berakhir perselisihan ini
Biar lah aku yang mengakhirki

1 api berubah menjadi air
Dan api merasa menang
1 api berubah karna mengalah demi kemenangan
Dan api merasa menang ,  padahal Allah lebih tau semuanya

Sungguh indah mengalah demi kemanangan
Walau disisi lain air dijatuhkan
Aku percaya karma , butuh waktu untuk menjawabnya
Suatu saat api akan jatuh dihadapan air

Sebut Itu Karma

Semua goresan yang kupendam selama ini
Berlanjut menjadi sebuah luka di hati
Tak kuat ku menahan semua ini
Wajar saja bila ku mulai beraksi

Tak peduli mengapa ini semua bisa terjadi
Tapi luka yang aku rasakan
Saat kau katakan aku adalah angka dibawah satu
Itu menjadi semakin jelas

Tak sia sia ku berdoa
Dan kini kau pun mersakannya
Ini kah yang dinamakan karma
Rasakan lah wahai kau yang dulu berjaya

Perselisihan ini bagailah suatu perang
Namun aku terlalu dini tuk mengerti itu semua
Menyebalkan ketika hal kecil dibesarkan
Amarah ini sudah tak tertahan










Iklan

Go Up!