Shadow’s
Sword
“Gagal!
Selalu gagal! Mengapa ?! Ada apa dengan aku ini ?!” Praaangg. Dia menyenggol
gelas yang ada disebelah tangannya. “Mengapa aku ditakdirkan untuk menjadi
orang yang gagal?! Aku tidak bisa menerima semua ini, AARRGGHHH!!!” ucapnya
sambil berteriak dan menangis. Ia langsung berdiri dari meja belajar, dan
mengam tas ransel yang besar. Membuka lemari baju dan lemari es, lalau
memasukan barang yang ia perlukan. Bruggh, ia menutup pintu rumah dengan keras.
Tepat tengah malam ia pergi keluar rumah. “Hah, hah, hah, hah, aku hah, harus pergi dari
tantangan dunia ini hah,hah” ucapnya sambil menangis dan nafas ter engas-engas.
Brughh !! “hah, hah, aku.. tidak boleh.. mati..disini.. hah” ucapnya sambil menghembuskan
nafas. Ssst, sst tampak keluar seseorang dari semak-semak. “Hmm, rupanya Yuki
Mura ya.. Lama ya kita tidak bertemu, baiklah sekarang giliranku yang
menyelamatkanmu. Ayo kita pergi” ucap seseorang sambil merangkul dan membawa
Yuki.
Treng,
treng, treng. Tampaknya seseorang itu sedang membuat secangkir teh. “Aah, haah,
di..dimana aku ini aah” ucap Yuki lemas. “Waah, rupanya kau sudah bangun ya”
ucap seseorang itu tersenyum sambil memegang secangkir teh. “Silahkan minum
dulu, supaya keadaanmu membaik” memberikan teh. “Tttapi kamu siapa ? Kenapa aku
disini? Apa kau yang telah membawaku kesini?” tanya Yuki heran. “Sudahlah,
cepat minum saja. Nanti aku jelaskan. Oh iya aku sudah memperban kakimu yang
berdarah, tenang saja hanya sedikit sobek. Tapi sudah aku atasi” “Baiklah”.
Setelah meminum teh itu, seseorang itu mulai menjelaskan apa yang sudah
terjadi. Yuki hanya bisa menatap keatap dengan lemas. “Oh rupanya begitu,
terimakasih atas semuanya. Tapi sebenarnya kamu siapa?” tanya Yuki. “Itu, tidak
penting. Yang penting saat ini adalah keselamatanmu.” Jawab seseorang itu
ramah. “Keselamatanku? Kenapa kamu begitu peduli kepadaku? Sebenarnya kamu itu
siapa ?!” Yuki sedikt kesal. “Baiklah, baiklah jika kau memaksa. Aku bukan
siapa-siapa, mungkin aku hanya kupu-kupu tak bernama yang selalu mengelilingi
tempat dibawah langit ini.” “kupu-kupu tak bernama? Kamu pasti becanda. Jika
itu namamu bagaimana aku memanggilmu, namamu sangat sulit untuk dipanggil”
canda Yuki. Seseorang itu hanya tersenyum. “Tenang saja, aku hanya becanda.
Bagaimana kalau aku memanggilmu dengan mmm apa yaa? Sebentar mm sha..shadow’s
sword !! nah itu dia !! bagaimana ?” ucap Yuki senang. “Hha? Shadow’s Sword ?
apa maksudmu?” tanya seseorang itu heran “Shadow’s Sword artinya adalah
bayangan dari pedang. Kamu kan sudah menolongku, jadi sebagai imbalannya aku
ingin kamu tinggal bersamaku dirumahku. Dan kamu akan membantuku melakukan hal
yang sulit bagiku. Sekarang, anggap pedangnya itu aku dan bayangannya adalah kamu.
Kamu harus berada didekatku, karena aku sangat memerlukan seseorang sebagai
teman untuk ku. bagaimana apa kamu mau menjadi temanku ? dan nanti kita akan
pulang kerumah ku ?” ucap Yuki senang. “Baiklah jika itu yang kamu inginkan”
jawab Shadow senang. Entah mengapa orang yang baru dikenal Yuki itu begitu baik
kepadanya. Dan juga entah mengapa Yuki begitu mempercayainya. Tetapi tiba-tiba
suasana berubah. “Sebentar apa tadi aku berkata tentang akan pulang kerumah?”
tanya nya sedih, sangat sedih. “Iya betul. Memangnya ada apa? Kelihatannya kamu
begitu sedih? Apa kamu sedang ada masalah dengan orang dirumah?” tanya Shadow
begitu cemas. “Tidak! Aku sedang tidak ingin di rumah! Karena disana adalah
neraka bagiku! Tempat dimana aku harus mengerjakan percobaanku yang selalu
gagal. Sudahlah lupakan saja aku sedang tidak ingin membicarakannya.” Jawab
Yuki sedih. “Rupanya begitu. Maaf aku terlalu ingin tahu tentang mu.” “Sudah
tidak apa-apa” “Baiklah”. Seketika terdiam, dan Yuki memulai pembicaraan.
“Shadow aku ingin pergi jalan-jalan, aku ingin mencari angin segar.” Ujar Yuki
dan beranjak dari tempat tidurnya. “ Baiklah aku ikut” jawab Shadow. “Ikut?
mengapa harus ikut? Aku bisa pergi sendiri, dan aku juga tau daerah sekitar
sini jadi jangan terlalu khawatir kepadaku”. Shadow tersenyum “Apa kamu lupa?
Sekarang aku adalah Shadow’s Sword, dan akupun harus menjadi bayanganmu
dimanamun kamu berada. Ya kecuali kalau kamu ke WC. Lagian kakimu itu
sepertinya belum sembuh benar.jadi jika terjadi apa apa, aku bisa menolong mu. ”
jawab Shadow bercanda “Hheh, baiklah ayo” respon Yuuki senang. “Baik ayo”.
Yuuki
tampak senang bisa bertemu dengan kupu-kupu tak bernama itu. Tapi disisilain,
orang tua Yuki sangat cemas dan melaporkan kepergian Yuki tanpa sebab ke Kantor
Polisi. “Baik bu, silahkan isi surat pernyataan ini. Dan pengaksesan bisa
ditunggu 5menit” ucap pegawai Police Office. “Oh begitu iya iya baik” jawab ibu
cemas. 5menit kemudian, ibu dipanggil ke ruang Giving Problem and Accept
Solution. “Baik ibu dari orang tua Yuuki Mura ?” “Benar pak” jawab ibu sedih.
“Tertulis kejadiannya terjadi kemarin pagi ya?” “Pagi itu, ketika saya
memeriksa ke kamar Yuuki. Yuuki sudah tidak ada, yang terlihat gelas yang pecah
dihadapan pintu, lemari baju yang acak-acakan dan bahan percobaanya di meja
belajar. Jugaaaa ada beberapa tetes darah dilantai dan di pecahan gelas itu.”
Ibu menangis “Oh rupanya begitu, tapi sebelumnya apa ibu merasa ada perubahan
dari putra ibu?” “Tidak, tidak ada yang berubah dari Yuuki. Akhir-akhir ini ia
sedang melaksanakan percobaanya untuk melaksanakan Pertandingan Create a Good
Machine for Future di Hokkaido, Jepang 3hari lagi. Jadi dia harus segera
ditemukan pak!! Saya mohon !!” ibu semakin menangis. “Baiklah bu, data yang
kami perlukan sudah cukup kumplit. Jadi sebentar lagi saya akan mengirim tim
khusus yang bergerak dalam ahli pencarian. Ibu bisa percayakan masalah ini
kepada mereka. Untuk masalah ini Ibu tidak perlu menunggu 1x24 jam, mungkin
hanya 5menit lagi tim akan langsung ada dirumah ibu.” “Rupanya begitu, saya
sangat berterimakasih sekali pak. Terimakasih, terimakasih” “baik sama-sama bu”
“Saya permisi dulu” “Baik silahkan”. Ibu Yuuki dan Tim khusus itu sudah berada di lokasi mereka
mulai mencari jejak-jejak yang mungkin disinggahi Yuki.
“Hiaaaaaaaaah,
aku sangat lelah sekali Shadow” ucap Yuuki sambil menjatuhkan diri ketempat
tidur. “Benarkah?” tanya Shadow sambil mengusap keringatnya dengan tissue.
“Benar, sangat lelaaah. Apalagi setelah ini, seharusnya aku segera
menyelesaikan percobaan mesin ku untuk perlombaan di Hokkaido Jepang. Tapi mau
apa lagi aku selalu gagal” jawab Yuuki seakan putus asa. “Hmm, tampaknya kamu
begitu putus asa, bukankah kamu sendiri yang bilang jika kita tidak mau hidup
menerima tantangan, sudahlah lebih baik mati saja”. “Eu, eu, eu” Yuuki gugup.
Yuki bingug “Apa benar aku pernah berkata seperti itu? Jika benar kenapa dia
bisa mengetahuinya? Padahal aku baru bertemu dia sekali. Ini aneh” ucap Yuuki
dalam hati. “Benarkah? Jika benar kenapa kamu bisa tahu ? kitakan pertama kali
bertemu kemarin? Tanya Yuuki heran “Hhhe , aku hanya becanda. Aku hanya
memberimu sugesti saja” jawab dia tersenyum seakan meyakinkan Yuuki. “Oh
rupanya begitu, sudahlah abaikan”. Shadow hanya bisa tersenyum. “Yuuki ini lah
hidup, ada cahaya dan kegelapan. Walaupun saat ini kamu mempunyai segenggam
cahaya dalam hatimu, dan dunia ini adalah kegelapan. Percayalah!. Percaya pada
dirimu, segenggam cahaya itu bisa menyinari kegelapan dalam duniamu. Percayalah
Yuuki” Shadow meyakinkannya. “Benarkah?,, Terimakasih Shadow” jawab Yuuki
tersenyum.
Malam
kedua bagi Yuuki tinggal digubuk kecil milik Shadow. Walapun begitu, Yuuki
tidak pernah merasa resah dengan situasinya. Bahkan dia semakin enjoy ketika
berada disana. “Yuuki? Apa kamu mau cupcake keju?” tanya Shadow. “Cup cake
keju? Kamu dapat dari mana memangnya?” “Aku yang membuatnya. Aku mempunyai
sedikit uang hasil bayaranku dari tim kepolisian. Dan sekarang giliranku yang
memberimu cup cake” jawab Shadow tersenyum. “Sebentar? Apa maksudmu? Giliranmu
memberiku cup cake? Memangnya pernah ya? Kitakan baru bertemu kemarin?” tanya
Yuuki bingung. “Huehe, tidak tidak aku
hanya bercanda J sudah lah ayo kita makan bersama” jawab
Shadow meyakinkan. “Hhmm, baiklah” jawab Yuuki singkat. Yuuki masih ragu, “siapakah
sebenarnya orang ini ?” pikirnya dalam hati sambil mengunyah cup cake itu.
“Shadow, aku sangat lelah aku ingin tidur duluan. Selamat malam” ucap Yuuki
sambil menutup tubuhnya dengan jaket. “Baiklah, selamat malam” jawab Shadow
ramah. “Yuuki, sampai kapan kau tidak mengingatku? Hhaaahh” pikir Shadow dalam
hati dan menghembuskan nafas.
Ketika
sudah mengenakan Jaket dan membalikan badan, ia tidka langsung tidur. Tapi ia
mulai berfikir dari tanda-tanda yang diberikan oleh Shadow. Ia mulai curiga,
siapa sebenarnya Shadow itu. Shadow sudah memberikan 2 tanda yang mencurigakan.
“Apa aku memang pernah bertemu dengan Shadow sebelumnya? Tapi kapan? Sejak 4
tahun yang lalu saat aku pindah ke Indonesia mulai dari itu, aku tidak pernah
mempunyai teman main dirumah. Aku sudah terbiasa main bersama aneka ragam mainanku
tidak ada satupun seorang pantaran ku yang menemaniku saat bermain. Jadi? Apa
benar aku pernah bertemu Shadow sebelumnya? Aaaaah ini membuatku pusing”
pikirnya dalam hati “Kupu-kupu tak bernama. Kau memang membuatku penasaran”
ucapnya dalam hatidan langsung tertidur. **ketika dalam mimpi Yuuki. Tampak 2
kupu-kupu biru berterbangan bersama, kupu-kupu itu seankan terbang sambil
menari bersama. Dari atas rumput penuh embun, seorang anak laki-laki melihatnya
dengan mata yang berbinar binar. Bruugh. “Aduuh, kenapa aku tidak bisa menagkap
kupu-kupu itu. Awww, ini sakit sekali. Uhuhuhu” ucap anak kecil itu sambil
menagis. Tiba-tiba datang seseorang anak kecil, yang mungkin dia adalah
pantaran anak yang ingin menangkap kupu-kupu itu. “Kamu kenapa? Aku perhatikan,
sepertinya kamu mencoba menangkap kupu-kupu itu. Apa itu benar?” tanya anak
kecil itu. “Ii-ii-iiya, aku memeang lemah menangkap kupu-kupu itu saja tidak
mampu” ucap anak yang ingin kupu-kupu itu sambil menangis. “Baiklah akan aku
tangkapkapkan untuk mu. “Tapi apa lututmu tidak apa-apa? Tidak! Jangan berkat seperti itu! Kamu tidak
boleh putus asa. Karena kata mamaku orang yang tidak ingin menerima tantangan
lebih baik jangan hidup saja” “tit-tidak. Benarkah ?” jawab anak it sedih “Iya
!!Baiklah kalau begitu, ayo kita tangkap bersama” Mereka berdiri dan mencoba
menangkap kupu-kupu itu dengan (nama alat penangkap kupu-kupu).“Ih- ih- aah-
dd- dapaaaaaat!!!!” teriak anak itu bersemangat dengan senang.
“haaaaaaaaaaaaaaaaaa” anak yang ingin kupu-kupu itu terkejut. “Ini dia untuk
mu” Memberikan kupu-kupu itu kepada anak yang ingin kupu-kupu.
“Tettterimakasih”jawab nya dan mulai berhenti menangis. “Yuuuuki!!” terdengar
jeras suara mama Yuuki. “Aku,sdah dipanggil mama, aku harus segera pulang
karena aku akan pindah ke Indonesia. Sampai jumpa” ucap Yuuki dan meninggalkan
anak kecil itu. “Yuuki, mama lihat kamu mempunyai teman baru. Ini tersisa 2 cup
cake. Ayo ambil dan makan bersamanya.” “Rupanya begitu ya ma, baiklah” jawab
Yuuki sambil mengambil cup cake itu dan keluar rumah. Dari pintu rumah terlihat
anak itu melihat 2 kupu-kupu itu dengan senang didalam toples. “Heiii, kamu”
sapa Yuuki yang keluar dari rumahnya. “Hha ? dimana?” tanya anak itu heran “Ini
aku, niih ada cup cake dari mamaku. Ayo kita makan bersama” ucap Yuuki ramah
sambil memberikan cup cake itu. 2 anak itu memakannya dengan bahagia sambil
melihat kupu-kupu yang menari-nari dalam toples. “Mengapa kamu begitu baik
kepadaku?” tanya anak itu “Karena kamu adalah teman yang pertama aku kenal”
jawab Yuuki ramah. “ Yuuuuki!!” terdengar untuk kedua kalinya mama Yuuki
memanggil Yuuki. “Yaah, sepertinya kau harus segera pergi” uccap Yuuki sedih.
Anak yang satu lagi mencari plastik disekitarnya. Dan mengeluarkan satu
kupu-kupu lalu memindahkannya kedalam plastik. “Ini untuk mu” ucap anak itu
ramah sambil memberikan 1 kupu-kupu dalam toples. “Hhha? Kenapa kamu memberikan
yang dalam toples?” tanya Yuuki heran “Tidak apa, setelah kerumah aku akan
memindahkannya dan merawatnya” jawab anak itu. “Baiklah terimakasih aku akan
merawatnya. Aku berjanji. Oh iya-.” Jawab Yuuki ramah dan omongan Yuuki
terpotong oleh anak itu. “Namamu Yuuki kan?” “Benar, kalau namamu?” “Namaku
Goen,,j-.”
“Yuuki
! bangun sudah pagi”. Terdengar jelas suara Shadow yang membangunkannya dari
alam sana. “Huaaaaaaaaaaaa” Yuuki terbangun sambil menguaap dan mengangakat
tangannya. “Dimana kupu-kupu itu? Tanya Yuuki cemas “Jika yang kaumaksud itu
adalah kupu-kupu tak bernama, ini aku yang sudah membangunkanmu” jawab Yuuki
bercanda. “Ah, aah tdiak tidak.itu hanya imajinasiku, maaf” “Hehe iya tidak
apa-apa” jawab Shadow ramah. “Goenj yaa.” Ucap Yuuki dalam hati. “Shadow ,aku
akan mandi dulu” “baiklah silahkan” . Tamapk Yuuki keluar dari kamari mandi
sambil megancak-acak rambutnya. “Yuuki, bila kau mau teh. Silahkan ambil di
meja” “Yaaaa”. Yuuki meminum teh dimeja, sedangkan Shadow sedang beres-beres
kasur. “Yuuki.” “yaaa” “Apa kamu tidak ingin pulang?” tanya Shadow mendadak
“Kenapakamu bertanya begitu?” “Ibumu sedang khawatir dengan keadaanmu dan
bukankah 2hari lagi kamu akan pergi ke Jepang? Tempat kelahiranmu kan ?”
“Aaapah?!! Kenapa kamu bisa tau semua itu?” tanya Yuuki marah. “Tenang-tenang,
tadi tim kepolisian datang kemari untuk meminta bantuanku untuk mencarimu.”
“Ohh, rupanya begitu. Maaf bila aku sedikit emosi” “iya sudah tidak apa-apa”.
Seketika hening. “Tapi aku belum siap menghadapi pertandingan” ucap Yuuki lemah
“Jika belum siap , kenapa kamu tidak mempersiapkannya?” “Hmm, sebenarnya kenapa
kau pergi dari rumah. Aku Frustasi,ampir 1 bulan ini aku menghabiskan waktu
dirumah dan membuat beberapa percobaan. Tetapi tetap saja gagal. Dan aku
sanagat kesal” ucap Yuuki gelisah. “Hmm, disaat kita jatuh dan berada dibawah
dan kamu mencoba berdiri disanalah kekuatan dirimu yang sesungguhnya muncul!
Bangkitlah ! Yuuki !” Yuuki terdiam dan mulai berfikir. “Iyyoosh !! Aku akan
segera pulang ! tapisebelum itu aku akan ke Universitas untuk mengabarkan aku
siap mengikuti pertandingan” Jawab Yuuki semangat. “Hmm, baiklah aku akan
mengantarmu” tawaran Shadow dengan senang. “Akhirnya, perasaanku tekah
tersampaikan. Arrigato Yuuki” ucap Shadow dalam hati dengan bahagia.
Menginjak
halaman Lobby Universitas, Yuuki menghirup lega udara disana. Sudah lama Yuuki
tidak ke Universitas. Memasuki lift, dan kebetulan hanya mereka berdua. Teng
teng pintu lift terbuka. Dari sana Yuuki tidak langsung keluar, dan menahan
tombol open. Yuuki terkejut ketika semua Pembimbingnya cemas dan ada mama Yuuki
menangis dipelukan papa Yuuki. Namun ada 2 temanya yang menjadi saingan Yuuki.
Mereka tampak senang, tidak memperlihatkan wajah sedih. Wlau itu sedikit.
“Semuanya! Aku pulang!” ucap Yuuki lemah dan keluar dari lift. Semua orang
terkejut dan “YUUUUUUUUUUKIIIIIIII!!!!!” teriak mamanya sambil memluk Yuuki
dengan erat, erat sekali. Yuuki tidak memeluk kembali, hanya kaget ketika
mamanya langsung memeluknya.Yuuki bisa merasakan detak jantung mamanya yang
berdegup kencang. “Mammmmm-ma” ucap Yuuki lemas “ Yuuuuki, dari mana saja kau
selama ini? Mama khawatirr u,u” jawab mama menangis. “Sudah mah, Yuuki tidak
kemana-mana, hanya pergi mencari angin segar. Justru kali ini Yuuki merasakan
kesakitan mama memeluku begitu erat” “ooh rupanya begitu yaa maaf Yuuki” jawab
mama yang masih menangis dan melepas pelukannya. Sedangkan Shadow langsung
berbicara dengan pihak kepolisian. “Baiklah semuanya, Yuuki siap mengikuti
pertandingan di Jepang lusa nanti” ucap Yuuki ramah. Ibunya mulai berhenti
menangis dan dipeluk papanya. “TIDAK! Tidak bisa! Aku Reiga dan Reindi yang
akan pergi ke Jepang” Ketus Reiga marah. “Tapi yag berhak pergi kesana adalah
Yuuki” ucap pembimbing smabil memeberikan bekas percobaan Yuuki “Tetap tidak
bisaaaaaaaaa!” Reiga dan Reindi berlari membawa percobaan Yuuki keluar.
“REIGAA!! REINDI!! Berhenti kalian !!” teriak pembina. “Baiklah ini akan
menjadi pertarungan yang hebat. Mama tolong jaga ransel ku.” Ucap Yuuki berani.
“Baiklah nak, jaga emosimu nak” ucap mama khawatir. “Baiklah ayo kita pergi
pedangku” ujar Shadow. “Ayoooooo !!” teriak Yuuki dan berlari. “Shadow’s Sword
yaa” ucap Yuuki dalam hati saat berlari. “Yuuki didepan ada pertigaan , aku
akan mengepung ke kanan , dan kau ke kiri. Ayo lakukan” perintah Shadow. “Baik”
mereka berduapun mulai berbelok. “Hhiyaaaaaaaaaaaaah !!! kemari kau Reiga
!!!!!” teriak Yuuki. Craaaaaaang!!! Terdengar jelas suara Reiga menjatuhkan
mesin percobaan Yuuki. “Hahaha !! dengan ini kamu tidak bisa pergi ke Jepang
Yuuki!! Ahahaha !!” teriak Reiga puas. “Yuuki apa kau baik-baik saja?” tanay
Shadow yang baru datang “Ya tadinya aku baik-baik saja. Tapi sekarang aku lebih
dari sekedar maaraaaaaaaaah!! Rasakan ini !!” Teriak Yuuki marah dan memukul
pipi Reiga. “Kenapa? Kenapa? Kenapa kamu tidak memukulku? Apa kau takut? Hah?!!
Apa benar kau takut?! Baiklah kalau begitu aku yang akan memukul mu.
Hiyaaaaaaaaah!!” Bruuuugh “Aaah” “Yuuki , apa kau tidak apa-apa?” tanya Shadow
dan menghampiri Yuuki. “Yuuki, aku tadinya aku bangga denganmu. Tapi melihatmu
yang lemah ini aku sangat kecewa. Mengapa kamu tidak bisa memukulnya. Aku tidak
pernah mengira kau selemah ini. Sejak pertama bertemu, aku bangga karna kau
telah menolongku dan memberiku kupu-kupu biru. Dan kau berjanji akan
merawatnya. Mana janji muu Yuukiiiiiiii!!” Teriaak Shadow marah. “Sekali lagi.
Apa kamu bilang, aku telah memberimu kupu-kupu dan aku telah berjanji untuk
merawatnya? *Seketika teringat mimpi malam itu* berarti kau itu Goen.” Ucap
Yuuki terkejut. “Ji. Ya itu lah namaku Goenji. Seseorang yang menjadi teman
pertamamu. Bangkitlah Yuuukiiiiii!!!” Teriak Goenji meyakini.
Hiyaaaaaaaaaaaaaaahhh!! Yuuki berdiri dan mulai memukul Reiga. Bruukkk Yuuki
memukul pipi kanan Reiga, braaakkk “Aaaaaaah” Perut Reiga berhasil terpukul.
“Aku bisa merasakannya, seaakan aku bisa melihat sayap kupu-kupu dalam diri
Yuuki. Itu hal bagus Yuuki” ucap Goenji dalam hati. “Yuuki, biar aku urus yang
satu ini” ucap Goenji dan berlari keaarah Reindi. “Habisi saja Goenji!!!”
Teriak Yuuki marah. Pruuk prraakk brugghh!!!.
Perkelahian masih terus berlanjut. Tapi
perkelahian itu terhenti dan pihak kepolisian, pembina dan orang tua Yuuki
datang. “Yuuuki!!!!! Berhenti!!” terdengar jelas suara mamanya berteriak. “Ini
yang terakhir” Bruggghhh Yuuki memukul wajah Reiga. “Nak Yuuki, kami harap anda
brhenti. Biar pihak kepolisian yang mengurus mereka berdua” ucap pihak
kepolisian. “Yuuki sudah! sebagai gantinya kamu bisa mengambil hasil experimen
Reiga dan Reindi dan sekarang kamu harus segera pergi ke Bandara. Ayo Yuuki,
biar mereka berdua dibawa ke kantor polisi” “Baiklah ayo kita pergi” jawab
Yuuki. Setelah itu, mama Yuuki menhampiri Goenji dan berterima kasih banyak
kepadanya. Dan saat itupun perpisahan harus terjadi. Yuuki harus segera pergi
ke Jepang. Dan saat mereka ingin ke Bandara, Yuuki berbicara sedikit dengan
Goenji. “Goenji, maaf selama ini aku tidak mengenalimu. Tapi setelah kita
bertemu kembaliaku sangat senang dan merasakan perubahan dari hidupku. Kamu
adalah segemgam cahaya dalam hatiku. Dan yang ingin aku katakan sesungguhnya
adalah akulah yang sebenarnya berhak menjadi Shadow’s Sword. Karena jika aku
tidak bertemu denganmu, mungkin aku tidak bisa menjadi bayangan pedang yang
hebat dan kuat. Terimakasih Goenji. Selamat tinggal semoga kita bisa bertemu
kembali.” Ucap Yuuki sedih. Mereka pun berpelukan. Goenjipun meneteskan air
matanya. “Selamat Tinggal Yuuki.” Yuuki
pun dengan pembina juga orang tua Yuuki pergi ke Bandara. Dan Mereka mulai
terbang ke Jepang. Teng teng “Selamat sore. Mohon maaf telah mengganggu
kenyamanan perjalanan anda. Persiapkan Passport anda. Sebentar lagi anda akan
cek up Passport. Terimakasih” terdengar jelas suara Voice Board. “Hmm, padahal
akau akan tidur” ucap Yuuki dan mengambil Passport didalam saku celananya.
Pluk, terdengar jelas sesuatu jatuh. Yuuki pun melihatnya dan terlihat sepucuk
kertas yang terlipat-lipat. Dan ketika dibuka ruoanya itu adalah surat dari
Goenji. “Menggapaikan
tangan ini lebih tinggi dan lebih tinggi..
Berharap
sekali lagi karena pasti dan pasti akan terkabul.. Menjaga
semangatku yang berkobar di dalam hatimu.. Percayalah karena pasti dan pasti
akan terkabul.. Yuuki, jika kau membaca surat ini, berarti kita telah berpisah.
Yuuki terbanglah tinggi menuju impianmu, jangan putus asa! Percayalah kamu
mampu. Selamat berjuang Yuuki” “Hmmm, Arrigato Goenji” ucap Yuuki dalam hati sambil
menutup surat itu.
Selesai.....
