Welcome

Kamis, 07 Februari 2013

Shadow's Sword



Shadow’s Sword
“Gagal! Selalu gagal! Mengapa ?! Ada apa dengan aku ini ?!” Praaangg. Dia menyenggol gelas yang ada disebelah tangannya. “Mengapa aku ditakdirkan untuk menjadi orang yang gagal?! Aku tidak bisa menerima semua ini, AARRGGHHH!!!” ucapnya sambil berteriak dan menangis. Ia langsung berdiri dari meja belajar, dan mengam tas ransel yang besar. Membuka lemari baju dan lemari es, lalau memasukan barang yang ia perlukan. Bruggh, ia menutup pintu rumah dengan keras. Tepat tengah malam ia pergi keluar rumah.  “Hah, hah, hah, hah, aku hah, harus pergi dari tantangan dunia ini hah,hah” ucapnya sambil menangis dan nafas ter engas-engas. Brughh !! “hah, hah, aku.. tidak boleh.. mati..disini.. hah” ucapnya sambil menghembuskan nafas. Ssst, sst tampak keluar seseorang dari semak-semak. “Hmm, rupanya Yuki Mura ya.. Lama ya kita tidak bertemu, baiklah sekarang giliranku yang menyelamatkanmu. Ayo kita pergi” ucap seseorang sambil merangkul dan membawa Yuki.
            Treng, treng, treng. Tampaknya seseorang itu sedang membuat secangkir teh. “Aah, haah, di..dimana aku ini aah” ucap Yuki lemas. “Waah, rupanya kau sudah bangun ya” ucap seseorang itu tersenyum sambil memegang secangkir teh. “Silahkan minum dulu, supaya keadaanmu membaik” memberikan teh. “Tttapi kamu siapa ? Kenapa aku disini? Apa kau yang telah membawaku kesini?” tanya Yuki heran. “Sudahlah, cepat minum saja. Nanti aku jelaskan. Oh iya aku sudah memperban kakimu yang berdarah, tenang saja hanya sedikit sobek. Tapi sudah aku atasi” “Baiklah”. Setelah meminum teh itu, seseorang itu mulai menjelaskan apa yang sudah terjadi. Yuki hanya bisa menatap keatap dengan lemas. “Oh rupanya begitu, terimakasih atas semuanya. Tapi sebenarnya kamu siapa?” tanya Yuki. “Itu, tidak penting. Yang penting saat ini adalah keselamatanmu.” Jawab seseorang itu ramah. “Keselamatanku? Kenapa kamu begitu peduli kepadaku? Sebenarnya kamu itu siapa ?!” Yuki sedikt kesal. “Baiklah, baiklah jika kau memaksa. Aku bukan siapa-siapa, mungkin aku hanya kupu-kupu tak bernama yang selalu mengelilingi tempat dibawah langit ini.” “kupu-kupu tak bernama? Kamu pasti becanda. Jika itu namamu bagaimana aku memanggilmu, namamu sangat sulit untuk dipanggil” canda Yuki. Seseorang itu hanya tersenyum. “Tenang saja, aku hanya becanda. Bagaimana kalau aku memanggilmu dengan mmm apa yaa? Sebentar mm sha..shadow’s sword !! nah itu dia !! bagaimana ?” ucap Yuki senang. “Hha? Shadow’s Sword ? apa maksudmu?” tanya seseorang itu heran “Shadow’s Sword artinya adalah bayangan dari pedang. Kamu kan sudah menolongku, jadi sebagai imbalannya aku ingin kamu tinggal bersamaku dirumahku. Dan kamu akan membantuku melakukan hal yang sulit bagiku. Sekarang, anggap pedangnya itu aku dan bayangannya adalah kamu. Kamu harus berada didekatku, karena aku sangat memerlukan seseorang sebagai teman untuk ku. bagaimana apa kamu mau menjadi temanku ? dan nanti kita akan pulang kerumah ku ?” ucap Yuki senang. “Baiklah jika itu yang kamu inginkan” jawab Shadow senang. Entah mengapa orang yang baru dikenal Yuki itu begitu baik kepadanya. Dan juga entah mengapa Yuki begitu mempercayainya. Tetapi tiba-tiba suasana berubah. “Sebentar apa tadi aku berkata tentang akan pulang kerumah?” tanya nya sedih, sangat sedih. “Iya betul. Memangnya ada apa? Kelihatannya kamu begitu sedih? Apa kamu sedang ada masalah dengan orang dirumah?” tanya Shadow begitu cemas. “Tidak! Aku sedang tidak ingin di rumah! Karena disana adalah neraka bagiku! Tempat dimana aku harus mengerjakan percobaanku yang selalu gagal. Sudahlah lupakan saja aku sedang tidak ingin membicarakannya.” Jawab Yuki sedih. “Rupanya begitu. Maaf aku terlalu ingin tahu tentang mu.” “Sudah tidak apa-apa” “Baiklah”. Seketika terdiam, dan Yuki memulai pembicaraan. “Shadow aku ingin pergi jalan-jalan, aku ingin mencari angin segar.” Ujar Yuki dan beranjak dari tempat tidurnya. “ Baiklah aku ikut” jawab Shadow. “Ikut? mengapa harus ikut? Aku bisa pergi sendiri, dan aku juga tau daerah sekitar sini jadi jangan terlalu khawatir kepadaku”. Shadow tersenyum “Apa kamu lupa? Sekarang aku adalah Shadow’s Sword, dan akupun harus menjadi bayanganmu dimanamun kamu berada. Ya kecuali kalau kamu ke WC. Lagian kakimu itu sepertinya belum sembuh benar.jadi jika terjadi apa apa, aku bisa menolong mu. ” jawab Shadow bercanda “Hheh, baiklah ayo” respon Yuuki senang. “Baik ayo”.
            Yuuki tampak senang bisa bertemu dengan kupu-kupu tak bernama itu. Tapi disisilain, orang tua Yuki sangat cemas dan melaporkan kepergian Yuki tanpa sebab ke Kantor Polisi. “Baik bu, silahkan isi surat pernyataan ini. Dan pengaksesan bisa ditunggu 5menit” ucap pegawai Police Office. “Oh begitu iya iya baik” jawab ibu cemas. 5menit kemudian, ibu dipanggil ke ruang Giving Problem and Accept Solution. “Baik ibu dari orang tua Yuuki Mura ?” “Benar pak” jawab ibu sedih. “Tertulis kejadiannya terjadi kemarin pagi ya?” “Pagi itu, ketika saya memeriksa ke kamar Yuuki. Yuuki sudah tidak ada, yang terlihat gelas yang pecah dihadapan pintu, lemari baju yang acak-acakan dan bahan percobaanya di meja belajar. Jugaaaa ada beberapa tetes darah dilantai dan di pecahan gelas itu.” Ibu menangis “Oh rupanya begitu, tapi sebelumnya apa ibu merasa ada perubahan dari putra ibu?” “Tidak, tidak ada yang berubah dari Yuuki. Akhir-akhir ini ia sedang melaksanakan percobaanya untuk melaksanakan Pertandingan Create a Good Machine for Future di Hokkaido, Jepang 3hari lagi. Jadi dia harus segera ditemukan pak!! Saya mohon !!” ibu semakin menangis. “Baiklah bu, data yang kami perlukan sudah cukup kumplit. Jadi sebentar lagi saya akan mengirim tim khusus yang bergerak dalam ahli pencarian. Ibu bisa percayakan masalah ini kepada mereka. Untuk masalah ini Ibu tidak perlu menunggu 1x24 jam, mungkin hanya 5menit lagi tim akan langsung ada dirumah ibu.” “Rupanya begitu, saya sangat berterimakasih sekali pak. Terimakasih, terimakasih” “baik sama-sama bu” “Saya permisi dulu” “Baik silahkan”. Ibu Yuuki dan Tim  khusus itu sudah berada di lokasi mereka mulai mencari jejak-jejak yang mungkin disinggahi Yuki.
            “Hiaaaaaaaaah, aku sangat lelah sekali Shadow” ucap Yuuki sambil menjatuhkan diri ketempat tidur. “Benarkah?” tanya Shadow sambil mengusap keringatnya dengan tissue. “Benar, sangat lelaaah. Apalagi setelah ini, seharusnya aku segera menyelesaikan percobaan mesin ku untuk perlombaan di Hokkaido Jepang. Tapi mau apa lagi aku selalu gagal” jawab Yuuki seakan putus asa. “Hmm, tampaknya kamu begitu putus asa, bukankah kamu sendiri yang bilang jika kita tidak mau hidup menerima tantangan, sudahlah lebih baik mati saja”. “Eu, eu, eu” Yuuki gugup. Yuki bingug “Apa benar aku pernah berkata seperti itu? Jika benar kenapa dia bisa mengetahuinya? Padahal aku baru bertemu dia sekali. Ini aneh” ucap Yuuki dalam hati. “Benarkah? Jika benar kenapa kamu bisa tahu ? kitakan pertama kali bertemu kemarin? Tanya Yuuki heran “Hhhe , aku hanya becanda. Aku hanya memberimu sugesti saja” jawab dia tersenyum seakan meyakinkan Yuuki. “Oh rupanya begitu, sudahlah abaikan”. Shadow hanya bisa tersenyum. “Yuuki ini lah hidup, ada cahaya dan kegelapan. Walaupun saat ini kamu mempunyai segenggam cahaya dalam hatimu, dan dunia ini adalah kegelapan. Percayalah!. Percaya pada dirimu, segenggam cahaya itu bisa menyinari kegelapan dalam duniamu. Percayalah Yuuki” Shadow meyakinkannya. “Benarkah?,, Terimakasih Shadow” jawab Yuuki tersenyum.
            Malam kedua bagi Yuuki tinggal digubuk kecil milik Shadow. Walapun begitu, Yuuki tidak pernah merasa resah dengan situasinya. Bahkan dia semakin enjoy ketika berada disana. “Yuuki? Apa kamu mau cupcake keju?” tanya Shadow. “Cup cake keju? Kamu dapat dari mana memangnya?” “Aku yang membuatnya. Aku mempunyai sedikit uang hasil bayaranku dari tim kepolisian. Dan sekarang giliranku yang memberimu cup cake” jawab Shadow tersenyum. “Sebentar? Apa maksudmu? Giliranmu memberiku cup cake? Memangnya pernah ya? Kitakan baru bertemu kemarin?” tanya Yuuki bingung. “Huehe, tidak  tidak aku hanya bercanda J sudah lah ayo kita makan bersama” jawab Shadow meyakinkan. “Hhmm, baiklah” jawab Yuuki singkat. Yuuki masih ragu, “siapakah sebenarnya orang ini ?” pikirnya dalam hati sambil mengunyah cup cake itu. “Shadow, aku sangat lelah aku ingin tidur duluan. Selamat malam” ucap Yuuki sambil menutup tubuhnya dengan jaket. “Baiklah, selamat malam” jawab Shadow ramah. “Yuuki, sampai kapan kau tidak mengingatku? Hhaaahh” pikir Shadow dalam hati dan menghembuskan nafas.
            Ketika sudah mengenakan Jaket dan membalikan badan, ia tidka langsung tidur. Tapi ia mulai berfikir dari tanda-tanda yang diberikan oleh Shadow. Ia mulai curiga, siapa sebenarnya Shadow itu. Shadow sudah memberikan 2 tanda yang mencurigakan. “Apa aku memang pernah bertemu dengan Shadow sebelumnya? Tapi kapan? Sejak 4 tahun yang lalu saat aku pindah ke Indonesia mulai dari itu, aku tidak pernah mempunyai teman main dirumah. Aku sudah terbiasa main bersama aneka ragam mainanku tidak ada satupun seorang pantaran ku yang menemaniku saat bermain. Jadi? Apa benar aku pernah bertemu Shadow sebelumnya? Aaaaah ini membuatku pusing” pikirnya dalam hati “Kupu-kupu tak bernama. Kau memang membuatku penasaran” ucapnya dalam hatidan langsung tertidur. **ketika dalam mimpi Yuuki. Tampak 2 kupu-kupu biru berterbangan bersama, kupu-kupu itu seankan terbang sambil menari bersama. Dari atas rumput penuh embun, seorang anak laki-laki melihatnya dengan mata yang berbinar binar. Bruugh. “Aduuh, kenapa aku tidak bisa menagkap kupu-kupu itu. Awww, ini sakit sekali. Uhuhuhu” ucap anak kecil itu sambil menagis. Tiba-tiba datang seseorang anak kecil, yang mungkin dia adalah pantaran anak yang ingin menangkap kupu-kupu itu. “Kamu kenapa? Aku perhatikan, sepertinya kamu mencoba menangkap kupu-kupu itu. Apa itu benar?” tanya anak kecil itu. “Ii-ii-iiya, aku memeang lemah menangkap kupu-kupu itu saja tidak mampu” ucap anak yang ingin kupu-kupu itu sambil menangis. “Baiklah akan aku tangkapkapkan untuk mu. “Tapi apa lututmu tidak apa-apa?  Tidak! Jangan berkat seperti itu! Kamu tidak boleh putus asa. Karena kata mamaku orang yang tidak ingin menerima tantangan lebih baik jangan hidup saja” “tit-tidak. Benarkah ?” jawab anak it sedih “Iya !!Baiklah kalau begitu, ayo kita tangkap bersama” Mereka berdiri dan mencoba menangkap kupu-kupu itu dengan (nama alat penangkap kupu-kupu).“Ih- ih- aah- dd- dapaaaaaat!!!!” teriak anak itu bersemangat dengan senang. “haaaaaaaaaaaaaaaaaa” anak yang ingin kupu-kupu itu terkejut. “Ini dia untuk mu” Memberikan kupu-kupu itu kepada anak yang ingin kupu-kupu. “Tettterimakasih”jawab nya dan mulai berhenti menangis. “Yuuuuki!!” terdengar jeras suara mama Yuuki. “Aku,sdah dipanggil mama, aku harus segera pulang karena aku akan pindah ke Indonesia. Sampai jumpa” ucap Yuuki dan meninggalkan anak kecil itu. “Yuuki, mama lihat kamu mempunyai teman baru. Ini tersisa 2 cup cake. Ayo ambil dan makan bersamanya.” “Rupanya begitu ya ma, baiklah” jawab Yuuki sambil mengambil cup cake itu dan keluar rumah. Dari pintu rumah terlihat anak itu melihat 2 kupu-kupu itu dengan senang didalam toples. “Heiii, kamu” sapa Yuuki yang keluar dari rumahnya. “Hha ? dimana?” tanya anak itu heran “Ini aku, niih ada cup cake dari mamaku. Ayo kita makan bersama” ucap Yuuki ramah sambil memberikan cup cake itu. 2 anak itu memakannya dengan bahagia sambil melihat kupu-kupu yang menari-nari dalam toples. “Mengapa kamu begitu baik kepadaku?” tanya anak itu “Karena kamu adalah teman yang pertama aku kenal” jawab Yuuki ramah. “ Yuuuuki!!” terdengar untuk kedua kalinya mama Yuuki memanggil Yuuki. “Yaah, sepertinya kau harus segera pergi” uccap Yuuki sedih. Anak yang satu lagi mencari plastik disekitarnya. Dan mengeluarkan satu kupu-kupu lalu memindahkannya kedalam plastik. “Ini untuk mu” ucap anak itu ramah sambil memberikan 1 kupu-kupu dalam toples. “Hhha? Kenapa kamu memberikan yang dalam toples?” tanya Yuuki heran “Tidak apa, setelah kerumah aku akan memindahkannya dan merawatnya” jawab anak itu. “Baiklah terimakasih aku akan merawatnya. Aku berjanji. Oh iya-.” Jawab Yuuki ramah dan omongan Yuuki terpotong oleh anak itu. “Namamu Yuuki kan?” “Benar, kalau namamu?” “Namaku Goen,,j-.”
            “Yuuki ! bangun sudah pagi”. Terdengar jelas suara Shadow yang membangunkannya dari alam sana. “Huaaaaaaaaaaaa” Yuuki terbangun sambil menguaap dan mengangakat tangannya. “Dimana kupu-kupu itu? Tanya Yuuki cemas “Jika yang kaumaksud itu adalah kupu-kupu tak bernama, ini aku yang sudah membangunkanmu” jawab Yuuki bercanda. “Ah, aah tdiak tidak.itu hanya imajinasiku, maaf” “Hehe iya tidak apa-apa” jawab Shadow ramah. “Goenj yaa.” Ucap Yuuki dalam hati. “Shadow ,aku akan mandi dulu” “baiklah silahkan” . Tamapk Yuuki keluar dari kamari mandi sambil megancak-acak rambutnya. “Yuuki, bila kau mau teh. Silahkan ambil di meja” “Yaaaa”. Yuuki meminum teh dimeja, sedangkan Shadow sedang beres-beres kasur. “Yuuki.” “yaaa” “Apa kamu tidak ingin pulang?” tanya Shadow mendadak “Kenapakamu bertanya begitu?” “Ibumu sedang khawatir dengan keadaanmu dan bukankah 2hari lagi kamu akan pergi ke Jepang? Tempat kelahiranmu kan ?” “Aaapah?!! Kenapa kamu bisa tau semua itu?” tanya Yuuki marah. “Tenang-tenang, tadi tim kepolisian datang kemari untuk meminta bantuanku untuk mencarimu.” “Ohh, rupanya begitu. Maaf bila aku sedikit emosi” “iya sudah tidak apa-apa”. Seketika hening. “Tapi aku belum siap menghadapi pertandingan” ucap Yuuki lemah “Jika belum siap , kenapa kamu tidak mempersiapkannya?” “Hmm, sebenarnya kenapa kau pergi dari rumah. Aku Frustasi,ampir 1 bulan ini aku menghabiskan waktu dirumah dan membuat beberapa percobaan. Tetapi tetap saja gagal. Dan aku sanagat kesal” ucap Yuuki gelisah. “Hmm, disaat kita jatuh dan berada dibawah dan kamu mencoba berdiri disanalah kekuatan dirimu yang sesungguhnya muncul! Bangkitlah ! Yuuki !” Yuuki terdiam dan mulai berfikir. “Iyyoosh !! Aku akan segera pulang ! tapisebelum itu aku akan ke Universitas untuk mengabarkan aku siap mengikuti pertandingan” Jawab Yuuki semangat. “Hmm, baiklah aku akan mengantarmu” tawaran Shadow dengan senang. “Akhirnya, perasaanku tekah tersampaikan. Arrigato Yuuki” ucap Shadow dalam hati dengan bahagia.
            Menginjak halaman Lobby Universitas, Yuuki menghirup lega udara disana. Sudah lama Yuuki tidak ke Universitas. Memasuki lift, dan kebetulan hanya mereka berdua. Teng teng pintu lift terbuka. Dari sana Yuuki tidak langsung keluar, dan menahan tombol open. Yuuki terkejut ketika semua Pembimbingnya cemas dan ada mama Yuuki menangis dipelukan papa Yuuki. Namun ada 2 temanya yang menjadi saingan Yuuki. Mereka tampak senang, tidak memperlihatkan wajah sedih. Wlau itu sedikit. “Semuanya! Aku pulang!” ucap Yuuki lemah dan keluar dari lift. Semua orang terkejut dan “YUUUUUUUUUUKIIIIIIII!!!!!” teriak mamanya sambil memluk Yuuki dengan erat, erat sekali. Yuuki tidak memeluk kembali, hanya kaget ketika mamanya langsung memeluknya.Yuuki bisa merasakan detak jantung mamanya yang berdegup kencang. “Mammmmm-ma” ucap Yuuki lemas “ Yuuuuki, dari mana saja kau selama ini? Mama khawatirr u,u” jawab mama menangis. “Sudah mah, Yuuki tidak kemana-mana, hanya pergi mencari angin segar. Justru kali ini Yuuki merasakan kesakitan mama memeluku begitu erat” “ooh rupanya begitu yaa maaf Yuuki” jawab mama yang masih menangis dan melepas pelukannya. Sedangkan Shadow langsung berbicara dengan pihak kepolisian. “Baiklah semuanya, Yuuki siap mengikuti pertandingan di Jepang lusa nanti” ucap Yuuki ramah. Ibunya mulai berhenti menangis dan dipeluk papanya. “TIDAK! Tidak bisa! Aku Reiga dan Reindi yang akan pergi ke Jepang” Ketus Reiga marah. “Tapi yag berhak pergi kesana adalah Yuuki” ucap pembimbing smabil memeberikan bekas percobaan Yuuki “Tetap tidak bisaaaaaaaaa!” Reiga dan Reindi berlari membawa percobaan Yuuki keluar. “REIGAA!! REINDI!! Berhenti kalian !!” teriak pembina. “Baiklah ini akan menjadi pertarungan yang hebat. Mama tolong jaga ransel ku.” Ucap Yuuki berani. “Baiklah nak, jaga emosimu nak” ucap mama khawatir. “Baiklah ayo kita pergi pedangku” ujar Shadow. “Ayoooooo !!” teriak Yuuki dan berlari. “Shadow’s Sword yaa” ucap Yuuki dalam hati saat berlari. “Yuuki didepan ada pertigaan , aku akan mengepung ke kanan , dan kau ke kiri. Ayo lakukan” perintah Shadow. “Baik” mereka berduapun mulai berbelok. “Hhiyaaaaaaaaaaaaah !!! kemari kau Reiga !!!!!” teriak Yuuki. Craaaaaaang!!! Terdengar jelas suara Reiga menjatuhkan mesin percobaan Yuuki. “Hahaha !! dengan ini kamu tidak bisa pergi ke Jepang Yuuki!! Ahahaha !!” teriak Reiga puas. “Yuuki apa kau baik-baik saja?” tanay Shadow yang baru datang “Ya tadinya aku baik-baik saja. Tapi sekarang aku lebih dari sekedar maaraaaaaaaaah!! Rasakan ini !!” Teriak Yuuki marah dan memukul pipi Reiga. “Kenapa? Kenapa? Kenapa kamu tidak memukulku? Apa kau takut? Hah?!! Apa benar kau takut?! Baiklah kalau begitu aku yang akan memukul mu. Hiyaaaaaaaaah!!” Bruuuugh “Aaah” “Yuuki , apa kau tidak apa-apa?” tanya Shadow dan menghampiri Yuuki. “Yuuki, aku tadinya aku bangga denganmu. Tapi melihatmu yang lemah ini aku sangat kecewa. Mengapa kamu tidak bisa memukulnya. Aku tidak pernah mengira kau selemah ini. Sejak pertama bertemu, aku bangga karna kau telah menolongku dan memberiku kupu-kupu biru. Dan kau berjanji akan merawatnya. Mana janji muu Yuukiiiiiiii!!” Teriaak Shadow marah. “Sekali lagi. Apa kamu bilang, aku telah memberimu kupu-kupu dan aku telah berjanji untuk merawatnya? *Seketika teringat mimpi malam itu* berarti kau itu Goen.” Ucap Yuuki terkejut. “Ji. Ya itu lah namaku Goenji. Seseorang yang menjadi teman pertamamu. Bangkitlah Yuuukiiiiii!!!” Teriak Goenji meyakini. Hiyaaaaaaaaaaaaaaahhh!! Yuuki berdiri dan mulai memukul Reiga. Bruukkk Yuuki memukul pipi kanan Reiga, braaakkk “Aaaaaaah” Perut Reiga berhasil terpukul. “Aku bisa merasakannya, seaakan aku bisa melihat sayap kupu-kupu dalam diri Yuuki. Itu hal bagus Yuuki” ucap Goenji dalam hati. “Yuuki, biar aku urus yang satu ini” ucap Goenji dan berlari keaarah Reindi. “Habisi saja Goenji!!!” Teriak Yuuki marah. Pruuk prraakk brugghh!!!.
            Perkelahian masih terus berlanjut. Tapi perkelahian itu terhenti dan pihak kepolisian, pembina dan orang tua Yuuki datang. “Yuuuki!!!!! Berhenti!!” terdengar jelas suara mamanya berteriak. “Ini yang terakhir” Bruggghhh Yuuki memukul wajah Reiga. “Nak Yuuki, kami harap anda brhenti. Biar pihak kepolisian yang mengurus mereka berdua” ucap pihak kepolisian. “Yuuki sudah! sebagai gantinya kamu bisa mengambil hasil experimen Reiga dan Reindi dan sekarang kamu harus segera pergi ke Bandara. Ayo Yuuki, biar mereka berdua dibawa ke kantor polisi” “Baiklah ayo kita pergi” jawab Yuuki. Setelah itu, mama Yuuki menhampiri Goenji dan berterima kasih banyak kepadanya. Dan saat itupun perpisahan harus terjadi. Yuuki harus segera pergi ke Jepang. Dan saat mereka ingin ke Bandara, Yuuki berbicara sedikit dengan Goenji. “Goenji, maaf selama ini aku tidak mengenalimu. Tapi setelah kita bertemu kembaliaku sangat senang dan merasakan perubahan dari hidupku. Kamu adalah segemgam cahaya dalam hatiku. Dan yang ingin aku katakan sesungguhnya adalah akulah yang sebenarnya berhak menjadi Shadow’s Sword. Karena jika aku tidak bertemu denganmu, mungkin aku tidak bisa menjadi bayangan pedang yang hebat dan kuat. Terimakasih Goenji. Selamat tinggal semoga kita bisa bertemu kembali.” Ucap Yuuki sedih. Mereka pun berpelukan. Goenjipun meneteskan air matanya. “Selamat Tinggal Yuuki.”  Yuuki pun dengan pembina juga orang tua Yuuki pergi ke Bandara. Dan Mereka mulai terbang ke Jepang. Teng teng “Selamat sore. Mohon maaf telah mengganggu kenyamanan perjalanan anda. Persiapkan Passport anda. Sebentar lagi anda akan cek up Passport. Terimakasih” terdengar jelas suara Voice Board. “Hmm, padahal akau akan tidur” ucap Yuuki dan mengambil Passport didalam saku celananya. Pluk, terdengar jelas sesuatu jatuh. Yuuki pun melihatnya dan terlihat sepucuk kertas yang terlipat-lipat. Dan ketika dibuka ruoanya itu adalah surat dari Goenji. “Menggapaikan tangan ini lebih tinggi dan lebih tinggi..
Berharap sekali lagi karena pasti dan pasti akan terkabul.. Menjaga semangatku yang berkobar di dalam hatimu.. Percayalah karena pasti dan pasti akan terkabul.. Yuuki, jika kau membaca surat ini, berarti kita telah berpisah. Yuuki terbanglah tinggi menuju impianmu, jangan putus asa! Percayalah kamu mampu. Selamat berjuang Yuuki” “Hmmm, Arrigato Goenji” ucap Yuuki dalam hati sambil menutup surat itu.



Selesai.....


0 komentar:

Posting Komentar

Iklan

Go Up!